Minggu, 7 Maret 2021

Sungai Piji Meluap, 600 Rumah di Mejobo Kudus Terendam Banjir

SMOL.ID, KUDUS – Banjir kembali melanda di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah karena meluapnya Sungai Piji. Akibatnya ratusan rumah warga terdampak banjir.

“Kami sudah memantau di empat titik. Ini memang ada empat desa di Mejobo yang paling berdampak besar. Terutama di Kesambi, Temulus, Golan Tepus, dan Mejobo,” kata Kasi Trantib Kecamatan Mejobo, Munaji, kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Selasa (19/1/2021).

Munaji mengatakan ada ratusan rumah di wilayah Kecamatan Mejobo yang terdampak banjir. Ketinggian air bervariasi mulai 30 sampai 80 cm. Genangan banjir juga menggenangi perempatan Jalan Mejobo.

“Di Mejobo ada 600 rumah yang terdampak. Ketinggian air bervariasi mulai 30 sampai 80 cm. Itu paling parah di Temulus,” ujar Munaji.

Munaji mengatakan debit air Sungai Piji tinggi sejak Senin (18/1) sore akibat curah hujan yang tinggi. Ditambah lagi, kata dia, tanggul Sungai Piji di Desa Kesambi banyak yang sudah bocor.

“Kesambi itu Sungai Piji meluap mulai jembatan 3 sampai jembatan 10 itu luar biasa. Karena tanggul pada bocor semua itu. Kemarin sore itu tinggi air luar biasa. Malam sudah turun. Setengah 4 tadi pagi naik lagi. Ini naik lagi. Di wilayah utara hujannya sangat luar biasa,” jelas dia.

Dari pantauan, tinggi genangan air di jalan perempatan Mejobo Kudus terus bertambah hingga siang ini. Pantauan di lokasi, curah hujan pun masih lebat.

Terlihat di jalan Mejobo banyak pengendara yang mogok karena ketinggian air. Banyak pengendara sepeda motor yang mendorong kendaraan mereka.

Salah seorang warga, Rofii, mengatakan sepeda motor yang dikendarai mogok karena terendam banjir. Menurutnya genangan air semakin lama semakin tinggi mencapai 50 cm.

“Mogok, tadi belum tadi segini. Ini barusan malahan naik lagi. Mau ke rumah saudara ini,” ujar Rofii saat di lokasi siang ini.

Diwawancara terpisah sebelumnya, Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo mengatakan banjir terjadi secara merata hampir di seluruh wilayah di Kudus. Banjir disebabkan karena curah hujan tinggi dan luapan sungai.

“Kejadian banjir hampir merata. Seperti di Kecamatan Mejobo, Kecamatan Jati, dan Kecamatan Kaliwungu,” ucap Budi saat dihubungi wartawan hari ini.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA