Minggu, 28 Februari 2021

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas ke Kali Krasak dan Boyong

SMOL.ID, SLEMAN – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali merilis laporan aktivitas Gunung Merapi. Dalam periode pengamatan per 12 jam, terpantau Merapi memuntahkan 4 kali awan panas.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan awan panas itu tercatat di periode pemantauan tanggal 20 Januari 2021 pukul 18.00 WIB hingga 21 Januari 2021 pukul 06.00 WIB.

“Selama 12 jam terjadi 4 kali awan panas ke arah hulu Kali Krasak dan Boyong dengan jarak luncur maksimal 1,4 kilometer,” kata Hanik dalam keterangannya, Kamis (21/1/2021).

Hanik merinci awan panas pada 20 Januari 2021 terjadi pada pukul 20:28 WIB. Awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 24 milimeter dan durasi 121 detik. Jarak luncur 1200 meter ke arah barat daya yakni di hulu Kali Krasak dan Boyong.

Awan panas selanjutnya pada pukul 21.12 WIB dengan amplitudo 23 milimeter dan durasi 158 detik. Jarak luncur 1400 meter ke arah barat daya di hulu Kali Krasak dan Boyong.

Kemudian, disusul pada pukul 21.19 WIB. Awan panas tercatat dengan amplitudo 23 milimeter dan durasi 110 detik. Jarak luncur 1000 meter ke arah barat daya di hulu Kali Krasak dan Boyong.

Awan panas keempat terjadi pada tanggal 21 Januari 2021 pukul 01.18 WIB. Awan panas tercatat dengan amplitudo 21 milimeter dan durasi 132 detik. Jarak luncur 1200 meter ke arah barat daya.

Dijelaskan Hanik selain awan panas, fenomena guguran lava pijar juga terus terjadi. Jarak luncur lava pijar sejauh maksimal 700 meter.

“Pada periode 18.00 hingga 24.00 WIB teramati guguran sebanyak 8 kali jarak luncur maksimum 500 meter. Lalu pada 00.00 hingga 06.00 WIB pagi tadi teramati guguran dengan jarak luncur 300-700 meter mengarah ke barat daya,” terangnya.

Berdasarkan data seismisitas, jumlah kegempaan Gunung Merapi didominasi oleh gempa guguran. “Gempa guguran selama 12 jam tercatat 87 kali, hembusan 6 kali dan fase banyak 8 kali,” ungkapnya.

Berdasarkan data-data tersebut, BPPTKG masih menetapkan status Merapi di tingkat Siaga (Level III). Potensi bahaya saat ini menurut BPPTKG berada di aliran sungai yang ada pada sektor selatan dan barat daya.

“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer,” kata Hanik.

“Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak,” pungkasnya.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA