Selasa, 2 Maret 2021

Imbas PPKM, Guru Dilarang Lakukan Home Visit ke Siswa

Tarsa Kadis Dikbud Karanganyar

SMOL.ID – KARANGANYAR – Imbas dari kebijakan PPKM (Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diterapkan daerah, karena ada kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang dilakukan pemerintah pusat membawa imbas dilarangnya guru melakukan home visit ke siswa.

‘’Bagaimana mau berkunjung ke siswa, wong kegiatan kumpul-kumpul dilarang. Kok mau diteruskan kunjungan rutin. Ya sudah, meskipun dulu dianjurkan home visit rutin, dengan PPKM ini home visit tidak dilakukan dulu sampai ada pencabutan PPKM,’’ kata Tarsa, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Rabu (21/1).

Home visit memang dianjurkan selama pandemi ini, bukan saja bagi siswa yang rumahnya sulit sinyal ponsel, namun juga untuk menjaga hubungan psikologis antara guru dengan siswa yang sama sekali tidak sekolah tatap muka.

Hal itu berjalan bagus dan lancar. Guru semua melakukan home visit untuk kelompok siswa yang rumahnya berdekatan lokasi rumahnya, agar bisa mengirit karena tidak ada tambahan operasional home visit.

Namun karena PPKM maka kegiatan itu untuk sementara dihentikan meski termasuk merugikan dalam posisi menjaga hubungan psikologisguru dan siswa. Namun sebagai gantinya guru diminta tetap memantau murid meski tidak setiap hari.

Pendidikan Karanganyar saat ini tetap melakukan pendidikan daring karena pemerintah belum mengijinkan sekolah tatap muka, Sebetulnya Dinas Dikbud pernah mengadakan pooling untuk minta orang tua mengijinkan atatu tidak sekolah tatap muka.

Namun kemudian pooling itu tidak diteruskan karena dilarang. Pemkab Karanganyar tentu tidak ingin, meski orang tua mengijinkan sekolah tatap muka, namun beresiko menjadi klaster baru covid dari dunia pendidikan. Karena itu sekolah daring diteruskan seperti biasa.

Yang juga menjadi perkembangan pendidikan saat ini adalah akan diberlakukannya UKM (Uji Kompetensi Minimal) untuk sekolah SD dan SMP. UKM itu akan dilakukan Agustus untuk sekolah sampel. Jadi tidak semua sekolah diuji, paling hanya di sekolah pinggiran, sekolah tengah kota.

Selain itu UKM diperuntukkan bagi siswa kelas 5 SD dan kelas II SMP. Itupun yang dinilai bukan hasil kompetensi siswa namun sekolahnya. Jadi lembaganya yang dinilai, bukan siswanya.

Sedangkan ebtanas saat ini sedang persiapan dan akan dilakukan seperti jadwal sekitar April mendatang.(joko dh/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA