Kamis, 4 Maret 2021

Kasus Covid-19 Meningkat di Tengah PTKM Bantul

SMOL.ID – BANTUL – Di tengah pelaksanaan Pembatasaan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di Yogyakarta, namun anehnya kasus pasien positif Covid-19 harian di Kabupaten Bantul malah tambah banyak.

Tercatat pada Jumat (22/1) kemarin, terkonfirmasi pasien positif Covid-19 ada 209 kasus. Sedangkan pasien sembuh tercatat ada 59 orang, dan meninggal ada tiga orang.

Berdasarkan laman coronobantulkab.go.id pada Jumat (22/1) lalu kasus penambahan kasus konfirmasi pasien positif Covid-19 paling banyak terjadi di dua kapanewon, yakni Kapanewon Kasihan dan Sewon.

Penambahan di dua kapanewon itu, masing-masing 26 kasus. Disusul kemudian Kapanewon Bantul dan Kapanewon Banguntapan, masing-masing 21 kasus.

Sementara di Kapanewon Pleret 17 kasus, Kapanewon Kretek 16 kasus dan sisanya tersebar di kapanewon lainnya, Sementara hanya ada dua kapanewon yang tidak ada penambahan kasus baru, yakni Kapanewon Dlingo dan Sanden.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan, saat masa PTKM terjadi penambahan kasus konfirmasi pasien positif Covid-19 secara fluktuatif. Namun demikian, selama pemberlakuan PTKM ada tren penurunan penambahan kasus pasien konfirmasi positif Covid-19.

“Saat ini penularan tidak bisa lagi dipetakan dengan klaster, karena penularan masih ada dan untuk pengiriman sampel BBTKLPP juga terjadi penumpukan, sehingga hasil yang keluar juga fluktuatif,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (23/1).

“Selain itu ada pasien yang melakukan swab mandiri yang hasilnya langsung dikirim ke pusat, sehingga kita kesulitan untuk mendata tambahan pasien positif Covid-19 yang menjalani test swab secara mandiri,” tambah dia.

Dinas Kesehatan memastikan, bahwa seluruh rumah sakit rujukan akan menangani pasien sesuai dengan katagorinya yakni sedang dan berat serta tidak akan ada penolakan kalau memang harus dilakukan perawatan.

“Bagi pasien mendesak untuk penegakan Covid-19 maka sampel akan diolah di mobil PCR yang dimiliki Pemkab Bantul, sehingga dalam hitungan jam sudah duketahui hasilnya seperti ibu hamil, pasien rujukan dari rumah sakit yang harus segera diketahui hasilnya (positif atau tidak), agar ada penanganan yang lebih cepat. Sehingga bila pasien itu ASN, diharapkan bisa langsung masuk kerja,” katanya.

Penambahan kasus pasien konfirmasi positif Covid-19 saat PTKM yang masih fluktuatif, lanjut dia, menunjukkan masyarakat Bantul belum betul-betul menerapkan protokol kesehatan dengan ketat yang merupakan satu-satunya cara untuk mencegah penularan Covid-19.

“Dengan kenaikan dan penurunan kasus Covid-19 di Bantul dan belum menunjukkan grafik yang terus melandai, maka opsi memperpanjang PTKM tak bisa dihindari lagi,” ujarnya.

Sementara Ketua Komisi D, DPRD Bantul, Enggar Surya Jatmiko mengatakan, jika pemerintah pusat memperpanjang masa PTKM untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19 maka harus dibarengi dengan program yang bisa menyelamatkan ekonomi masyarakat, misalnya seperti BLT, BPNT dan program lainnya harus segera digulirkan agar tidak ada keresahan di masyarakat.

“PTKM jelas akan menurunkan pendapatan masyarakat, karena jam usaha dibatasi, para pegawai di toko kelontong, di mal atau supermarket gajinya dipotong karena kerja tidak full. Tempat pariwisata yang dibatasi jam operasionalnya tentu bakal berdampak penurunan omzet pedagang di objek wisata,” katanya. (Rangga Permana)
—————

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA