Senin, 8 Maret 2021

Mungkin Hanya Ada di Yogya, Rel KA Ini Bikin Pengendara Tuntun Motornya Saat Lewat

SMOL.ID, YOGYAKARTA – Sebuah perlintasan rel kereta api di Kota Yogyakarta membuat setiap pengendara kendaraan bermotor (pemotor) yang melintas untuk menuntun kendaraannya. Hal tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun, apa alasannya?

Perlintasan kereta api teteg itu ada di Kemantren Gedongtengen, Kota Yogyakarta, tepatnya di ruas antara Malioboro dengan pintu utara Stasiun Tugu. Pantauan di lokasi, Jumat (22/1) sore, tampak pemotor yang melaju dari arah utara, tepatnya dari Jalan P Mangkubumi, menuju ke selatan menuntun kendaraannya saat melintasi rel ini.

Di depan perlintasan kereta api ini, pemotor itu berhenti lalu menuntun motornya. Tak hanya satu pemotor saja, beberapa pengendara lain juga melakukan hal serupa saat lewat di lokasi ini. Baik dengan mesin motor hidup maupun dalam kondisi mesin mati.

Berjalan ke utara perlintasan rel ini, ternyata terpampang rambu-rambu dilarang melintasi perlintasan kereta api kecuali sepeda dan becak kayuh. Hal ini yang diduga menjadi penyebab para pemotor mematikan mesin dan menuntun kendaraannya saat melintasi perlintasan kereta yang menghubungkan Jalan Mangkubumi dengan Jalan Malioboro ini.

Salah seorang pemotor, Iwan, mengaku sudah sering lewat di perlintasan kereta api teteg itu. Menurutnya jalur ini cukup mempersingkat jarak tempuh menuju kawasan Malioboro.

“Sudah sering seperti ini (lewat perlintasan teteg dengan cara menuntun motor). Ya karena kerjaan saya kan seperti ini (ojol) dan dari pada mubeng (lewat) Kleringan kan mending lewat sini biar cepat,” ucap Iwan saat ditemui di kawasan Malioboro, Jumat (22/1/2021) kemarin.

Iwan pun mengaku tahu soal rambu-rambu di sisi utara perlintasan rel kereta api teteg itu. Oleh karena itu, dia selalu mematikan mesin motornya saat melintas di perlintasan rel itu.

“Ya tahu (rambu-rambu motor dilarang melintas perlintasan kereta api), karena itu mesin dimatikan dan motor dituntun, kan posisinya saat melintas jadi bukan kendaraan bermotor,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengatakan kendaraan bermotor memang tidak diperkenankan melintas di perlintasan tersebut. Agus menyebut kendaraan bermotor telah disediakan jalur melalui Kleringan atau Jalan Abu Bakar Ali.

“Perlintasan itu hanya untuk kendaraan tidak bermotor, jadi bukan masalah nuntun. Untuk kendaraan bermotor melalui Jalan Kleringan,” kata Agus kepada detikcom, Jumat (22/1) kemarin.

Agus menyebut aturan kendaraan bermotor dilarang lewat perlintasan tersebut berlangsung sudah lama. Dia menduga aturan itu sudah ada puluhan tahun yang lalu.

“Pemberlakuan sejak lama, sudah 20 tahun bahkan lebih,” ucapnya.

Di sisi lain, alasan kendaraan bermotor dilarang melintas di perlintasan rel kereta itu untuk kelancaran lalu lintas. Sebab kawasan menuju Malioboro sering macet terutama saat musim libur.

“Jadi lebih pada pertimbangan lalu lintas, karena load yang tinggi dari arah utara (Jalan Mangkubumi ke kawasan Malioboro). Makanya ada Jalan Kleringan yang mengkoneksikan Margo Utomo (Jalan Mangkubumi) dan Malioboro,” ujarnya.

Pihaknya pun meminta masyarakat agar menaati peraturan dengan lewat Jalan Kleringan ketika menuju ke kawasan Malioboro. Mengingat saat ini dari Kleringan ke Kawasan Malioboro jarang macet karena sudah satu arah.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA