Senin, 8 Maret 2021

Potensi Bahaya Merapi Berubah Menuju Barat, 121 Pengungsi di Magelang Pilih Pulang

SMOL.ID, MAGELANG – Sebanyak 121 pengungsi Gunung Merapi dari tiga dusun Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, pulang ke rumahnya masing-masing. Para pengungsi memilih pulang karena potensi bahaya Gunung Merapi berubah arah menuju barat.

Ratusan pengungsi itu berasal dari Dusun Trayem, Dusun Pugeran dan Dusun Trono, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun. Mereka tinggal di tempat evakuasi akhir (TEA) Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, sejak Jumat (6/11/2020) lalu.

“Alasan warga masyarakat saya minta pulang karena itu sudah 2,5 bulan (mengungsi), ada yang merasa jenuh, tapi ada yang suka di sini. Sudah 2,5 bulan nggak tidur di rumah, terus terang sudah kangen,” kata Kepala Desa Krinjing, Ismail, saat ditemui di TEA Desa Deyangan, Jumat (22/1/2021).

“Dengan alasan untuk aktivitas Merapi saat ini sudah banyak penurunan, baik itu kegempaan maupun deformasi sudah banyak penurunan yang signifikan sehingga kita minta izin pemerintah daerah lewat BPBD,” sambungnya.

Ismail memastikan jika ada peningkatan status Gunung Merapi warganya siap kembali mengungsi ke TEA Desa Deyangan.

“Untuk pemerintah daerah belum memulangkan karena status tanggap darurat belum habis, tapi karena kemanusiaan yang jelas istilahnya istirahat di rumah. Apabila nanti memang aktivitas Merapi itu siaga menjadi Awas, warga masyarakat saya siap untuk kembali ke TEA mengungsi,” ujarnya.

Ismail mengatakan ada 121 pengungsi yang pulang ke rumahnya hari ini. Dia menyebut Desa Krinjing berjarak 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

“Saya rasa yang paling kerasan, karena apa mengingat bahaya sama sekali dekat dengan Merapi jaraknya cuman 5 km. Ini yang pulang 121 orang dari tiga dusun yakni Trayem, Pugeran dan Trono,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan usai ada perubahan rekomendasi tentang potensi bahaya Merapi semua kepala desa diundang untuk sosialisasi. Pihaknya pun mengizinkan para warga yang tidak berada di potensi bahaya untuk kembali ke rumah dengan catatan tetap waspada.

“Pada dasarnya karena data ilmiahnya mengatakan sekarang perubahannya ke barat daya, (potensi kerawanan) 3 kilometer jika eksplosif dan 5 kilometer efusif melalui alur sungai. Kita memberi kesempatan kepada masyarakat di 4 desa di sisi barat-barat laut Merapi untuk sementara kembali ke rumah, tapi harus tetap siaga apabila ada perubahan arah ancaman,” ujar Edy.

Edy memerinci dengan pulangnya 121 pengungsi asal Desa Krinjing ini, masih ada total 328 pengungsi yang bertahan pengungsian di TEA Desa Banyurojo, dan TEA Desa Mertoyudan. Ke-328 pengungsi ini berasal dari Dusun Babadan 1 dan Babadan 2, Desa Paten.

“Dari Krinjing ada 121 pulang, jadi 328 yang masih (mengungsi),” ujarnya.

Untuk diketahui, dari data pengungsi KRB III Merapi Posko BPBD Kabupaten Magelang, Jumat (22/1) pukul 06.00 WIB tercatat total pengungsi Dusun Babadan 1 ada 265 orang, kemudian Babadan 2 ada 63 orang. Sementara itu, pengungsi dari Desa Ngargomulyo yang mengungsi di TEA Desa Tamanagung Muntilan dan Desa Keningar yang mengungsi di Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, telah kembali ke rumah lebih dahulu.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA