Rabu, 21 April 2021

?embedah ?onsep ?erjalanan ?aktu (1)

Oleh : Den Juneng
Suhu Padepokan Carang Seket

SMOL.ID – Materi Jumat Kliwon – Setelah menghebohkan jagat perfilman karena telah berhasil menduduki posisi pertama film terlaris saat ini, Avengers Endgame pernah menjadi perbincangan hangat di kalangan ilmuwan.

Bagaimana tidak? Salah satu jantung cerita dalam film ini membahas tentang time travel atau perjalanan waktu, yang cukup seksi untuk ditelisik dan menimbulkan beragam spekulasi, sama halnya di padepokan carang seket yang memang sebagian besar anggotanya orang-orang yang suka dengan dunia penuh fenomena dan kita anlisa bersama.

Endgame memang bukan satu-satunya film yang mengangkat cerita tentang time travel. Terdapat beberapa film lawas seperti Back to the Future dan Terminator yang memiliki konsep serupa tetapi berbeda. Merasa lebih unggul mendekati ilmu sains, film garapan Russo bersaudara ini seolah mendobrak film perjalanan waktu lainnya. Ini ditampilkan saat scene dimana Jhames Rhodey dan Scoot Lang menyindir beberapa film yang mengusung tema time travel.

Menurut kami perjalanan waktu yang ditempuh para Avengers dengan menggunakan Closed Timelike Curves (CTC). Teori yang menghubungkan dua waktu berbeda sehingga memungkinkan perjalanan waktu ke masa lalu.

Secara teori Perjalanan waktu ke masa lalu bukanlah sebuah kenyataan. Jadi, jangan terlalu menganggap serius CTC dalam skala relatif besar. Alasanya, karena karena hukum kedua termodinamika hanya mengizinkan waktu untuk bergerak satu arah, yakni ke masa depan.

Termodinamika merupakan teori fisika yang fundamental, yang memiliki tipe-tipe hukum, termodinamika satu, dua, dan tiga. Teori ini menyebutkan bahwa alam semesta ini selalu menuju ketidakteraturan yang tingkat ketidakteraturannya terus meningkat. Jadi, bila seseorang mencoba pergi ke masa lalu, artinya ketidakteraturan itu berkurang, dan ini dilarang oleh hukum kedua termodinamika.

“Ada kemungkinan sangat kecil, tetapi masih dalam batas imajinasi. Hukum kedua termodinamika itu God’s decision. Memang ini sudah peraturan yang diberikan Tuhan bahwa sudah sampai di sini batasnya kamu tidak bisa melangkah lebih jauh,”

Selain itu, dalam kenyataan perjalanan waktu juga terbatasi dengan adanya Grandfather Paradox. Dalam paradoks tersebut, ketika kamu kembali ke masa lalu misal merubah sejarah, mengambil wahyu dan merubah sejarah raja raja, maka semua hal di masa sekarang akan musnah, begitupun dengan diri kita akan lahir dalam kondisi yang berbeda, bahkan bisa jadi tidak di lahorkan.

Itulah gambaran pasti menurut ilmu fisika di mana perjalanan waktu ke masa lampau tidak bisa dilakukan. Akan tetapi, spekulasi di skala kuantum berbeda. Perjalanan waktu ke masa lalu diperbolehkan melalui CTC. Grandfather Paradox pun dapat dihindari karena adanya prinsip ketidakpastian dan eksistensi alam semesta paralel.

Dalam film Avengers Endgame, War Machine memberikan saran agar tim Avengers ini kembali ke masa Thanos masih bayi untuk membunuhnya agar Thanos di masa depan tidak pernah lahir dan ada, persis seperti konsep Grandfather Paradox. ( Ini salah satu scene kocak di film ini )

Namun, teori ini dibantah keras oleh Tony Stark dan Bruce Banner. Bruce berkata, time travel memang tidak berjalan semudah itu. Pasalnya, saat seseorang melakukan time travel, ada hukum fisika yang berlaku. Hal ini selaras dengan pendapat dua ahli fisika kuantum, Pieter Kok dan Matthew Szydagis.

Berdasarkan pemaparan ini, Joe & Anthony Russo dalam film Endgame mencoba menggunakan pemahaman lain terkait Grandfather Paradox dan perjalanan waktu, yaitu Many Worlds Theory (MWT) yang digunakan oleh David Deutsch.

MWT ini berpendapat bahwa saat seseorang melakukan time travel, akan timbul realitas baru yang sama sekali tidak mengubah realitas yang sudah ada di masa kini. Pemahaman ini yang lalu digunakan oleh tim Avengers untuk memperbaiki segala hal yang sudah dihancurkan oleh Thanos.

Avengers yang tersisa ini nantinya akan melakukan perjalanan waktu melalui quantum realm, mengambil infinity stones, memperbaiki keadaan, dan mengembalikan kembali infinity stones tersebut ke tempat asalnya tanpa merubah banyak realitas yang sudah terjadi.

“Mereka mengubah realitas di alam semesta paralel lainnya dengan membuat alur waktu atau timeline baru. Bahkan jika terdapat kemungkinan untuk menghindari Grandfather Paradox, tetapi mereka tetap tidak dapat menghindar dari hukum termodinamika kedua karena adanya proses dekoherensi kuantum,”

Oleh karena itu, Bagi kami perjalanan waktu (merubah ruang waktu) hanya merupakan imajinasi para sutradara film. Kendati demikian, mengutip kata Albert Einstein, ia mengatakan bahwa imajinasi itu lebih penting dari pengetahuan.

Albert Einstein pernah bilang. “Imagination is more important than knowledge. For knowledge is limited, whereas imagination embraces the entire world, stimulating progress, giving birth to evolution,” ucapnya.

Bagi Carang Seket masa lalu bisa di download di lihat di dengar, di pelajari namun tidak bisa di rubah. Masalalu merupakan Qodho Qodar nya sang maha Kuasa memaksa (Jabbar wa Kohhar) dan ketika sdh jadi ketetapan tdk satupu kekuatan yg bisa merubahnya, beda dg masa depan bahwa ada ikhtiar yaitu Qodar, yg lelas dalam islam di yakini bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum bila kaum itu sendiri tidak berusah merubahnya. Kemampuan mendownload seseorang tentang memori yg tersimpan di alam semesta tergantung seberapa besar kapasitas si pelaku untuk menyimpanya.

[Proses download, save, dll, akan di tulis di sesen selanjutnya] (aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA