Rabu, 21 April 2021

Mimpi Sadar (Lucid Dream), Dalam Bahasa Jawa Rep-Repen atau Tindihan

Oleh : Den Juneng
Suhu Padepokan Carang Seket

SMOL.ID – Mimpi sadar (Lucid Dream) atau dalam bahasa jawa Rep-repwn atau tindihan adalah sebuah mimpi ketika seseorang sadar bahwa ia sedang bermimpi, istilah ini dicetuskan oleh psikiater dan penulis berkebangsaan Belanda, Frederik (Willem) van Eeden (1860–1932).

Ketika mimpi sadar, si pemimpi mampu berpartisipasi secara aktif dan mengubah pengalaman imajinasi dalam dunia mimpinya. Mimpi sadar dapat terlihat nyata dan jelas. (merasa bertemu orang mati, melihat jasadnya sendiri, bertemu tuyul, dll).

Sebuah mimpi sadar dapat muncul melalui dua cara. Mimpi sadar akibat mimpi (dream-initiated lucid dream; DILD) berawal sebagai mimpi biasa, dan si pemimpi langsung menyimpulkan bahwa ia sedang bermimpi. Sementara mimpi sadar akibat terjaga (wake-initiated lucid dream; WILD) terjadi ketika si pemimpi pindah dari keadaan terjaga biasa ke keadaan bermimpi tanpa mengalami ketidaksadaran. (Tukang Gatal / Raja fenomena, ini ahlinya)

Proses Terjadinya Lucid Dream

Pada dasarnya, fase tidur terbagi menjadi 2 (dua) tahapan, yaitu tahapan rapid eye movement (REM) dan nonrapid eye movement (NREM). Ketika tertidur, gelombang otak terkadang masih aktif sehingga kalian akan berada di fase tidur REM lebih lama. Gelombang otak yang masih aktif tersebut akan membuat kita merasa berada di antara fase tertidur dan terjaga, Namun semua organ tubuh sudah istirahat, dan tidak bisa di kontrol, Kondisi inilah yang membuat fenomena mimpi, termasuk lucid dream, terjadi.

Lucid Dream Berbeda dengan Mimpi Biasa

Saat mengalami mimpi biasa, seseorang biasanya akan lupa dengan detail cerita yang ada di dalam mimpi keesokan harinya. Bahkan, ia juga tidak akan menyadari bahwa sedang berada di alam mimpi. Lain halnya ketika seseorang mengalami lucid dream, seseorang yang mengalami hal ini akan mengingat setiap detail dari mimpi yang dialaminya. Orang yang mengalami lucid dream juga seakan-akan ikut mengalami kejadian yang ada di dalam mimpinya. Hal inilah yang membuat seseorang memiliki kendali atas lucid dream yang ia alami.

Lucid Dream Bukanlah Gangguan Medis

Lucid dream bukanlah suatu gangguan kesehatan yang perlu Anda waspadai. Menurut suatu studi, hampir setiap orang pernah mengalami lucid dream setidaknya satu kali seumur hidupnya. Bahkan, ada survei yang menyebutkan bahwa sekitar 55% orang dewasa pernah mengalami lucid dream, apalagi untuk orang-orang yang kerjanya pemikir, seniman, dan semua orang yang bekerja dengan sistem imajinasi. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa lucid dream tidak memiliki efek negatif bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan sebagian besar orang yang mengalaminya akan terbangun seperti biasa di pagi hari dan tidak merasakan lelah atau gejala apa pun.

Meditasi dan Fenomena Lucid Dream

Beberapa riset menunjukkan bahwa orang yang sering meditasi mungkin akan lebih mudah mengalami lucid dream. Hal ini dikarenakan kegiatan meditasi dapat melatih seseorang untuk lebih rileks dan tenang, sehingga kualitas tidurnya lebih baik dan lucid dream yang dialaminya pun bisa terasa lebih nyata. ada juga teori yang menyebutkan bahwa orang yang sering bermeditasi lebih mudah memasuki pola gelombang otak theta. Pola gelombang otak ini terbentuk ketika memasuki fase tidur REM, yaitu fase tidur saat seseorang mudah mengalami mimpi, termasuk lucid dream.

Lucid dream bukanlah kondisi yang berbahaya dan tidak berhubungan dengan mitos atau hal mistis tertentu. Fenomena ini juga cukup umum terjadi.

Meski demikian, jika Anda mengalami mimpi atau lucid dream yang sama secara terus-menerus, terutama jika pernah mengalami trauma psikologis, ada kemungkinan mimpi tersebut merupakan gejala dari suatu gangguan psikologis, seperti post-traumatic stress disorder (PTSD). Pada kasus tertentu, orang yang mengalami lucid dream juga bisa mengalami gangguan tidur, seperti sleep paralysis atau fenomena ketindihan. (aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA