Rabu, 21 April 2021

Mes dan Empat Program Unggulan Erick Thohir

Oleh Ahmad Rofiq[1]

SMOL.ID – Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat hasil Musyawarah Nasional 23 Januari 2021, nama-namanya sudah beredar di media sosial. Ada 8 orang Dewan Pembina, 8 Dewan Pakar, 9 Dewan Penggerak, 6 Dewan Penyantun, 27 Badan Pengurus Harian ditembah 4 Koordinator Wilayah Indonesia Barat, Indonesia Tengah, Indonesia Timur, dan Luar Negeri.  Saya yang kebetulan diamanati menjadi Koordinator Wilayah Indonesia Tengah, ikut mendapatkan banyak tahniah dan doa dari teman-teman dan sahabat-sahabat yang memiliki konsern pada pengembangan MES di Indonesia.

Saya memahami, banyaknya tahniah dan doa dari sahabat-sahabat dan teman-teman, adalah bagian dari komitmen, support, dan dukungan mereka terhadap pengembangan ekonomi Syariah di Indonesia. Karena harus jujur diakui, memajukan ekonomi Syariah di Indonesia yang meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam, rintisan yang diawali dari Baitul Mal wat Tamwil (BMT) dan pendirian Bank Muamalat Indonesia (BMI) tahun 1990-an, yang hingga kini berjalan tiga decade, namun masih cukup berat tantangannya.

Salah satu tantangan besarnya adalah, bahwa pangsa pasar atau market share dari keuangan syariah terdadap sistem keuangan di Indonesia per April 2020 mencapai 9,03 persen. Apabila dirinci, aset keuangan syariah terbesar berasal dari pasar modal syariah yang memiliki nilai sebesar Rp851,72 triliun (financial.bisnis.com, 2l7l2020). Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  “Market share keuangan syariah masih kecil hanya 9,64% dari total industri keuangan nasional per Juni 2020, di mana market share sektor perbankan syariah berkontribusi sebesar 6,18%. Market share pasar modal syariah telah mencapai 17,72% dan diikuti sektor industri keuangan non-bank syariah sebesar 4,4%,” ujarnya pada webinar (ekbis.sindonews.com, 17/9/2020).  

Sementara itu, Literasi keuangan syariah naik sedikit pada 2019 dari 8,1 persen jadi 8,93 persen, artinya hanya 9 orang yang well literated dengan keuangan syariah, konvensional capai 38 persen, kata Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat Rabu (16/9/2020). KNEKS terus melakukan kompetisi brand ekonomi Syariah. Harapannya, bisa meningkatkan literasi menjadi 25 persen pada 2021 dan 50 persen pada 2024 (financial.bisnis.com, 2l7l2020).

Ada empat program unggulan yang disiapkan oleh Ketua Umum MES baru, Bang Erick Thohir, yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengembangkan dan memajukan ekonomi Syariah di Indonesia. Pertama, mengembangkan pasar industri halal di dalam dan di luar negeri. Kedua, mengembangkan industri keuangan Syariah. Ketiga, investasi yang bersahabat yang melibatkan pengusaha daerah. Keempat, pengembangan ekonomi Syariah di pedesaan secara berkelanjutan.

Bang Erick Thohir didampingi Sekjen Mas Iggi H. Achsien berkomitmen “agar MES dapat banyak berperan dalam penguatan sektor riil. MES akan berikhtiar untuk berkontribusi pada pengembangan ekonomi keumatan, kerakyatan, dan kebangsaan” (bisnis.com, 31/1/2021).

Sinergi MES dan Mitra Terkait

Banyak potensi di daerah yang bisa menjadi mitra strategis MES secara simbiotik-mutualistik guna mewujudkan empat program strategis MES Pusat. Sudah barang tentu, Balai Latihan Kerja yang secara organisasi berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja untuk memberi keterampilan baru pada generasi muda yang sudah selesai sekolah namun belum bekerja.

Soal permodalan awal, MES bisa bekerja dengan Kementerian BUMN, agar MES Daerah dibuatkan akses bekerjasama dengan BUMD untuk menyisihkan sebagian dana CSR (Corporate Social Responsinility)-nya untuk diberikan dalam bentuk modal setelah mereka dibekali keterampilan kerja/usaha. Demikian juga Baznas Provinsi, Kabupaten/Kota, di dalam pendistribusian zakat mal, bisa difokuskan pada pengembangan modal usaha bagi calon usahawan muda dan tenaga pendamping berbasis komunitas. Sementara penyiapan calon usahawan, bisa dikerjasamakan dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi, Kabupaten/Kota, untuk menyiapkannya.
 
 Saya yakin program unggulan MES keempat, pengembangan ekonomi Syariah di pedesaan secara berkelanjutan, apabila bisa disiapkan disain, kerangka kerja, dan tahapan pelaksanaannya secara baik, akan direspon oleh masyarakat. Karena harus jujur diakui, dampak pandemi Covid-19 yang semula boleh jadi belum begitu terasa dampaknya, justru setelah memasuki bulan kedua belas ini, dampak ekonomi dan keuangannya sangat dirasakan.

Selamat bertugas, mengemban amanat baru, Bravo MES masa khidmat 2021-2024. Rasulullah saw selain telah memberi teladan di waktu muda beliau, juga telah meletakkan visi sangat baik “alaikum bi t-tijaarah fa inna fiihaa tis’atu a’syari r-rizqi” artinya “berdagang/berusahalah kalian, karena sesungguhnya di dalam berdagang/berusaha terdapat 9/10 (sembilan persepuluh) jalan rizqi” (Riwayat Na’im bin ‘Abdurrahman Al-Azdy).   
Allah waliyyu t-taufiq ilaa sabiili n-najaah wa l-falaah.
 
[1] Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat, Guru Besar Hukum Islam Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat, dan Ketua DPS Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung (SA) Semarang. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA