Rabu, 21 April 2021

MES, Sertifikasi Halal, dan Penciptaan UMKM Baru

Oleh Ahmad Rofiq[1]

SMOL.ID – Selamat dan sukses kepada Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) masa khidmat 2021-2024 di bawah Ketua Umum Bang Erick Thohir dan Bang Iggi H. Achsien. Semoga MES selama empat tahun ke depan dapat berkontribusi posiitf dan signifikan dalam mengembangkan ekonomi syariah di pedesaan secara berkelanjutan yang menjadi program unggulan keempat. Pemilihan Bang Erick Thohir yang pengusaha dan Menteri BUMN, tentu sudah melalui pertimbangan yang matang.

Penduduk Indonesia 2020 mencapai 270,20 juta jiwa. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, bahwa arah kebijakan umum pembangunan nasional 2015-2019 yang pertama adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Peningkatan daya saing dan peranan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu cara menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi (SE2016) pencacahan lengkap, jumlah Usaha Mikro Kecil (UMK) di Indonesia 26,26 juta usaha atau memiliki kontribusi 98,33 persen. Jika diprosentase, maka UMK ini masih mencapai 10 persen.

Tentu untuk 2020-2024 ada kebijakan baru untuk melanjutkan kesinambungan (sustainablity) dari UMKM, termasuk di dalamnya penciptaan UMKM baru. Karena itu, kalau ketua umum MES Bank Erick mencanangkan empat program unggulan, pertama, mengembangkan pasar industri halal di dalam dan di luar negeri. Kedua, mengembangkan industri keuangan Syariah. Ketiga, investasi yang bersahabat yang melibatkan pengusaha daerah. Keempat, pengembangan ekonomi syariah di pedesaan secara berkelanjutan, adalah karena pertimbangan singkronisasi program MES dan Program strategis Pemerintah.

Mental survival masyarakat kita di tengah goncangan ekonomi dampak pandemi Covid-19 hingga tulisan ini disiapkan, tampaknya masih sangat tinggi dan terus hidup. Mengapa, karena menurut terori Piramida Abraham Maslow, kebutuhan dasar manusia itu tidak bisa ditunda. Jika tidak dipenuhi maka bisa berdampak, pada melakukan upaya apapun, demi memenuhi kebutuhan dasarnya. Dalam tuntunan Rasulullah saw.
“keadaan fakir berpotensi – atau nyaris – menjadi kufur” (Riwayat Abu Nu’aim al-Isfahani, Abu Muslim Al-Kasysyi, Abu Ali bin Al-Sakan, dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman). Menurut para kritikus hadits, hadits tersebut lemah (dha’if). Namun isi dan realita dalam kehidupan sehari-hari, fakta tersebut tidak bisa dipungkiri.

Demi untuk menyelematkan kaum fakir miskin atau “kaum papa” ini, pemerintah yang dibekali rakyat melalui pajak, harus mengambil Langkah untuk menjamin mereka tetap hidup. Sudah banyak Langkah pemerintah dilakukan, meskipun perlu dievaluasi efektifitasnya, seperti bantuan sosial tunai (BST). Apakah bisa berfungsi seperti kail dan mengungkit mereka untuk melakukan usaha, atau menjadikan mereka makin dalam “ketergantungannya” menunggu bantuan.

MES bersama Pemerintah, Para Dermawan/wati – bisa melalui Baznas/Laznas — dan pemangku kepentingan terkait lainnya, perlu mengambil langkah afirmatif untuk menyelamatkan mereka. Kiranya bangsa besar ini, tidak perlu mengulang cerita-cerita “heroik” yang menabrak aturan, akan tetapi menyelamatkan banyak kehidupan warga miskin. Seperti cerita masa muda Sunan Kalijaga yang “mengambil paksa” di lapak-lapak perjudian, demi untuk diberikan kepada para kaum fakir miskin, adalah fakta kehidupan.
Demikian juga, cerita Robin Hood, Juraj Janosik lahir pada 1688-17 Maret 1713 di Slovakia,  Nakamura Jirokichi yang hidup di era Tokugawa, dijuluki Nezumi Kozo atau ‘laki-laki tikus’. Ditangkap pada 8 Agustus 1831, Nakamura saat itu mengakui bahwa ia mencuri uang senilai lebih dari 30 ribu ryo (merupakan jumlah yang sangat besar ketika itu) dari sebuah perkebunan samurai yang dikuasai 100 feodal. Uang tersebut tidak dapat diambil kembali karena Nakamura telah lebih dulu membagikannya kepada warga miskin (liputan6.com).

Tahun 2020, Pemrov Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, telah memfasilitasi 500 UKM mendapatkan sertifikat halal. Tahun 2021 juga di angka 500 UKM dibiayai sertifikasi halalnya, namun karena pandemi Covid-19 proses sertifikasi yang sedianya dimulai Januari 2021, harus ditunda beberapa waktu. Akhir tahun 2020 BPJPH memfasilitasi 3.283 UKM untuk mendapatkan sertifikat halal yang auditnya diserahkan kepada LPPM-MUI seluruh Indonesia. Masih ada instansi lain yang memfasilitasi sertifikasi halal.

Mereka yang sudah menerima sertifikat halal, ini dilink-kan dengan Perbankan Syariah. Karena berdasarkan testimoni, ketika produk mereka jelas halal, konsumen merasa nyaman dan puas, maka omset produk meningkat. Multiplaying effect ikutannya, tenaga kerja bertambah, produk meningkat, dan belanja masyarakat akan meningkat.

Untuk menciptakan UMKM baru, tentu menjadi program penting, apalagi bisa masuk di pedesaan. Sebagaimana program unggulan keempat, pengembangan ekonomi syariah di pedesaan secara berkelanjutan, MES bisa bekerjasama dengan UMKM yang berjalan, untuk bisa berbagi ilmu dan keterampilan. Boleh jadi ada kendala psikologis, para UKM yang sudah berjalan, agak “keberatan” untuk berbagi ilmu. Untuk itu perlu penyadaran dan literasi pada mereka, bahwa  dalam dunia usaha ritel dan perdagangan, keberadaan mitra-dagang adalah suatu keberuntungan. Keunggulan kompetitif tentu sangat dibutuhkan, kualitas produk, taste, higienis, packaging, halal dan thayyib akan menjadi kata kunci keberhasilan.

Selamat bertugas, dan berjihad ekonomi. Masyarakat menunggu kiprah, atensi, dan kontribusi bagi ekonomi pedesaan yang berjelanjutan. Dari desalah, kehidupan perkotaan bisa berlangsung, karena itu saatnya masyarakat pedesaan gilirannya mendapatkan kebahagiaan dan kemakmuran. Insyaa Allah.
 

[1] Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat, Guru Besar Hukum Islam Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat, dan Ketua DPS Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung (SA) Semarang. 

(aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA