Rabu, 21 April 2021

Bahasa Orang Tua Bahasa Cinta

SMOL.ID – Rasulullah adalah sosok penyayang, mencintai anak cucunya tidak terbatas.Rasa cintanya tidak hanya di berikan kepada anak cucunya saja, melainkan juga dicurahkan kepada anak anak lain, seperti anak anak dari sahabat sahabatnya.

“Rasulullah Saw dulu meletakkan saya di (salah satu) pahalanya, dan meletakkan Al Hasan Ibnu Ali di pahanya yang lain, lalu memeluk kami dan berkata, “Ya Allah tolong kasihanilah mereka, karena saya berbelas kasihan kepada mereka.(HR Al Bukhari)”.

Selain itu Allah SWT pertama kali memperkenalkan kepada manusia dengan menggunakan Arrahman Arrahiim yang artinya maha pengasih dan penyayang.

“…..Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya.(QS Al an’am 54)

Maka rasa sayang, cinta kasih adalah kebutuhan utama tiap manusia, dari bayi, anak anak, remaja, dewasa hingga orang tua dan manusia usia lanjut (Manula).
Kebanyakan orang tua mengaku cinta dan menyayangi anaknya dan ingin tumbuh dengan optimal.Namun terkadang rasa cinta yang diberikan keliru.

Orangtua merupakan guru pertama yang mengajarkan banyak hal pada anak, terutama cinta kasih.
Cara orangtua dalam mengekspresikan cintanya pada buah hati berbeda.

Ada beberapa cara orang tua dalam mengekspresikan bahasa cintanya(Love Language) pada buah hati, yaitu:

1.Bahasa cinta verbal

Ungkapkan cinta dengan kata, “Jika kamu mencintai saudaramu katakan padanya,”kata nabi Muhammad suatu kali.
“Anas Ra mengatakan bahwa seseorang berada di sisi Rasulullah Saw.Lalu salah seorang sahabat melewatinya.Orang yang berada di sisi Rasulullah tersebut mengatakan,”Aku mencintai dia, ya Rasulullah.”Lalu Nabi bersabda,”Apakah kamu sudah memberitahukan dia?,”Orang itu menjawab, “Belum”. Kemudian Rasulullah Saw bersabda,”Beritahukan kepadanya,”Lalu orang tersebut memberitahukannya dan berkata,”Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.”Kemudian orang yang dicintai itu menjawab,”Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.”(Abu Dawud & Sanad Shahih)

Kata kata seperti “ibu sayang kamu, kamu adalah kado terindah buat ayah, mama selalu ada disini untukmu” dan lain sebagainya menjadi sangat penting jika bahasa verbal adalah prioritas bahasa cinta orang yang kita sayangi.Orang yang memiliki bahasa cinta verbal ini memerlukan kata kata penyemangat, kata kata penguatan dan penegasan pada saat yang tepat.

2.Bahasa cinta sentuhan

Psikolog Dr Jan Astrom, dalam jurnal psycology komprehensif menemukan bahwa memeluk sepuluh detik saja memiliki manfaat kesehatan.Sepuluh detik pelukan dapat meningkatkan hormon oksitosin yang membuat kita tenang, bahagia, kalem, damai, sayang dan cinta.
Bahasa cinta sentuhan, dalam hal ini hanya dalam area yang diperbolehkan.
Contohnya mengusap rambut, menyentuh dagu, menepuk punggung dengan lembut, menggandeng tangan, memberikan kecupan singkat di pipi dan dahi.Bahasa bahasa cinta ini harus dikomunikasikan karena terkadang anak tidak suka, karena pelukan atau sentuhan bukan bahasa cinta prioritasnya.

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, berkata:
“Nabi Saw mencium Al Hasan bin Ali, disisi Nabi ada Aly Aqro’ bin Habib At Tamimy yang sedang duduk.Maka Al Aqro’,” berkata,”Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium.” Maka Rasulullah Saw pun melihat kepada Al ‘Aqro lalu beliau berkata,”Barangsiapa yang tidak merahmati maka ia tidak akan di rahmati.”(HR Al Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318)

3.Bahasa cinta kehadiran dan waktu berkualitas.

Kehadiran artinya mendengarkan, sedangkan waktu yang berkualitas berarti perhatian yang fokus saat melakukan kegiatan bersama.
Berkata Ibnu Abbas Ra:
“Aku menginap dirumah bibiku Maimunah (istri Nabi Saw) , maka Rasulullah Saw berbincang bincang dengan istrinya(Maimunah) beberapa lama kemudian beliau tidur.”(HR Al Bukhari IV/1665 no4293, VI/2712 no 7014 dan Muslim 1/530 no 763).

Dalam bahasa cinta waktu berkualitas dan kehadiran ini singkirkan dulu gadget atau semacamnya dan menikmati kebersamaan.Hal yang bisa dilakukan bersama dengan anak antara lain : main ketaman kota, bermain tebak kata, merangkai bunga potong, pergi hiking, mengunjungi toko buku dan lain lain.

4.Bahasa cinta hadiah

Hadiah tidak harus mahal.Sekotak permen menjadi hadiah cinta yang sangat indah bila diberikan dengan ketulusan cinta.

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai (HR Al Bukhari).

5.Bahasa cinta pelayanan

“Urwah berkata kepada Aisyah,”Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah Saw jika ia bersamamu (di rumahmu)?”, Aisyah berkata,”Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember.”(HR Ibnu Hibban)

Begitulah Rasulullah, beliau mengerjakan sendiri pekerjaan rumah tangga seperti menambal baju sobek, menjahit sandal rusak dan memerah susu.

Orang dengan tipe prioritas pelayanan, biasanya juga mencintai dengan cara melayani.Orang tua yang memiliki anak dengan tipe prioritas pelayanan ini anak akan merasa dicintai ketika orang tua mengikatkan tali sepatu, memperbaiki mainan rusak, membelikan makanan kesukaan bahkan membantu mengerjakan tugas.

Orangtua harus mengenali bahasa cinta masing masing anak, agar cinta tetap tumbuh subur.Hampir semua orang menggunakan kelima bahasa cinta ini, tetapi masing masing memiliki urutan prioritas yang berbeda. (aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA