Selasa, 9 Maret 2021

Skema Iuran Pensiun Mau Diubah, Masa Tua PNS Makin Happy

SMOL.ID, JAKARTA – Pemerintah akan mengubah skema iuran pensiun untuk pegawai negeri sipil (PNS). Dengan perubahan skema iuran pensiun ini, maka PNS akan semakin bahagia karena yang diterima di hari tua semakin besar.

Seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (22/2/2021), Menteri Pendayagunaan Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo memastikan dana pensiunan PNS akan diterapkan dengan jumlah iuran pasti atau fully funded. Perubahan iuran pensiun itu merupakan bagian dari reformasi sistem pensiun.

“Terkait pemberian jaminan pensiun, pemerintah akan melakukan reformasi sistem pensiun berdasarkan iuran pasti,” kata Tjahjo.

Namun, skema pensiun ini belum bisa terealisasi karena pandemi COVID-19 yang melanda tahun lalu. Pemerintah pun fokus melakukan refocusing anggaran untuk kesehatan dan bantuan sosial (bansos).

“Sebenarnya ada pada awal Januari 2020 sudah ada inisiatif mengadakan rapat di Kemenkeu, yang undang Pak Mendagri dan kami juga untuk bahas detail,” katanya.

“Ini tapi karena ada pandemi Covid-19 sehingga konsentrasi anggaran untuk infrastruktur kesehatan dan bansos, sehingga ini belum sempat dibahas tuntas,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani juga mengatakan, perubahan skema pensiunan telah selesai dibahas dan saat ini tinggal menunggu penyelesaian pembahasan Peraturan Pemerintah (PP).

“Nanti ditunggu resminya dari pemerintah pada waktunya,” ujar Askolani

Perubahan skema pensiunan ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk memberikan uang pensiunan yang lebih besar kepada PNS saat habis masa kerjanya. Selain itu, skema terbaru ini juga akan mengurangi beban APBN.

Saat ini, APBN harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp 120 triliun setiap tahunnya untuk pembayaran pensiunan. Pembayaran pensiunan ini setidaknya diberikan kepada Pensiunan PNS, TNI, Polri yang jumlahnya sekitar ke 3,1 juta orang.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria, menyebutkan pembahasan skema pensiun fully funded masih bergulir pembahasannya di Kementerian Keuangan. Namun, akan segera selesai agar bisa diterapkan dalam waktu dekat.

Skema dapen PNS ‘pay as you go’ yang masih berlangsung hingga saat ini adalah skema dana pensiun dari hasil iuran PNS sebesar 4,75% dari gaji yang dihimpun PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Persero) Taspen ditambah dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara dengan skema fully funded, uang pensiunan yang diterima PNS akan lebih besar, karena iuran yang dikenakan adalah persentase dari penghasilan bersih yang diterima pegawai (take home pay/ THP) yang jumlahnya lebih besar.

Dengan demikian, jumlah uang pensiunan yang diterima akan lebih besar daripada skema saat ini. Skema fully funded selain diambil dari persentase THP, pembayarannya juga akan dibayakan patungan antara PNS dan pemerintah sebagai pemberi kerja.

“Ke depan sistem ini diubah fully funded, PNS akan bayar iuran sebesar persentase dari THP, bukan gaji, sehingga uang pensiun akan mendapatkan besaran yang lebih baik dari sistem pay as you go,” kata Bima Haria.

Dengan skema iuran penisun saat ini, kata Bima, membuat pembayaran iuran PNS sangat kecil karena diambil dari persentase terhadap gaji pokok, sehingga saat pensiun mendapatkan tunjangan hari tua yang nilainya dianggap tidak mencukupi.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA