Minggu, 7 Maret 2021

Begini Perkembangan COVID di 7 Provinsi PPKM, Kasus Aktif di Jateng Naik

SMOL.ID – JAKARTA – Pemerintah memaparkan perkembangan kasus COVID-19 di tujuh provinsi selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Kasus aktif di 7 provinsi disebut menunjukkan fluktuasi.

“Perkembangan kasus aktif secara umum di 7 provinsi ini masih menunjukkan fluktuasi di mana rata-rata baru menunjukkan penurunan pada periode PPKM tahap ke-3,” ujar jubir pemerintah untuk penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB, Selasa (23/2/2021).

Ketujuh provinisi ini yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah dan Jawa Timur. Data merupakan update data pada 19 Februari 2021. Wiku mengatakan di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta kasus aktif mengalami penurunan pada PPKM tahap ke-3.

“DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta trendnya menunjukkan penurunan pada saat memasuki periode PPKM tahap ke-3 atau Minggu ke-5 PPKM,” kata Wiku.

Sedangkan untuk Jawa Timur, penurunan kasus aktif disebut terjadi sejak PPKM tahap kedua. Sedangkan kasus aktif di Jawa Tengah mengalami peningkatan.

“Bahkan Jawa Timur mengalami penurunan sejak pada PPKM tahap kedua, namun masih ada provinsi yang masih menunjukkan fluktuatif cenderung meningkat yaitu Jawa Tengah. Jawa Tengah masih terus meningkat tren kasus aktifnya, bahkan sejak PPKM tahap ke satu dilaksanakan,” tuturnya.

Untuk kasus sembuhan, Wiku mengatakan adanya kenaikan dengan waktu yang bervariasi. Dia menyebut kenaikan kasus kesembuhan ditahap ke-3 PPKM terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Jawa Timur. Sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Banten mengalami kenaikan di PPKM tahap ke-2.

“Perkembangan kesembuhan cenderung mengalami trend kenaikan meskipun bervariasi waktunya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Jawa Timur menunjukkan trend kenaikan kesembuhan pada saat memasuki PPKM tahap ke-3 di tingkat Kabupaten Kota,” kata Wiku.

“Selain itu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Banten mengalami kenaikan kesembuhan lebih awal, yaitu pada saat memasuki tahap kedua PPKM di tingkat Kabupaten Kota. Namun terlihat kesembuhan di Jawa Tengah, cenderung datar bahkan sedikit menunjukkan penurunan pada tahap ke-3 PPKM,” sambungnya.

Disebutkan, terdapat beberapa daerah yang mengalami peningkatan kesembuhan secara tajam. Diantaranya DKI Jakarta, Banten dan DIY.

“Persentase kesembuhan meningkat cukup tajam pada provinsi DKI Jakarta, yaitu dari 89.22 persen ke 94.36 persen. Banten 52.43 persen ke 72.97 persen. Daerah Istimewa Yogyakarta dari 66.31 persen ke 75.60 persen,” tuturnya.

Dalam perkembangan kasus kematian, Wiku mengatakan DKI Jakarta konsisten mengalami penurunan. Namun provinsi lainnya cenderung fluktuatif.

“Saya apresiasi pada provinsi DKI Jakarta yang konsisten mengalami penurunan sejak PPKM Kabupaten Kota pertama dilaksanakan, DKI Jakarta menunjukkan penurunan dari 1.72 persen, jadi 1.58 persen atau turun 0.12 persen.Pada provinsi lainnya perkembangan kematian cenderung fluktuatif dan bahkan mengalami peningkatan,” tuturnya.

Jawa Barat disebut mengalami penurunan kasus kematian sebelum penerapan PPKM, namun mengalami kenaikan saat PPKM tahap ke-2. Bali mengalami kenaikan kasus kematian pada PPKM tahap ke-1, namun kembali menurun pada PPKM tahap 2 dan 3.

Sedangkan Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dan Jawa Timur disebut menunjukkan peningkatan persen kematian. (aa/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA