Selasa, 9 Maret 2021

Dedy-Jumadi, Awalnya Kompak Pimpin Kota Tegal Kini Dikabarkan Berseteru

SMOL.ID, TEGAL – Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, M Jumadi, hari ini tidak bisa masuk kantor lantaran ruang kerja dikunci dan stafnya, termasuk ajudan dan sopir ditarik oleh Pemkot Tegal. Beredar kabar hubungan antara Jumadi dengan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono sedang tidak harmonis, meski Jumadi sudah menepis kabar ini.

Untuk diketahui, pasangan Dedy Yon Supriyono-M Jumadi menduduki jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal setelah memenangkan Pilkada 2018 lalu. Dedy-Jumadi adalah kader Partai Demokrat.

Pilkada Kota Tegal 2018 diikuti oleh 5 pasang calon. Yakni nomor urut 1 pasangan Nursholeh-Wartono, paslon nomor 2 M Ghautsun-Muslih dari jalur independen, paslon nomor 3 Dedy Yon Supriyono-Jumadi dari Gerindra, Demokrat, PKS, PAN dan PPP. Kemudian paslon nomor 4 Habib Ali-Tanty Prasetyaningrum dari PKB dan NasDem dan paslon nomor 5 Herujito-Sugono dari PDIP.

Pasangan Dedy-Jumadi ditetapkan sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 38.091. Disusul pasangan Habib Ali-Tanty sebanyak 37.775, pasangan Herujito-Sugono 21.804 suara, pasangan Nursholeh-Wartono 21.029 dan terakhir pasangan M Ghautsun-Muslih 17.169 suara.

Anggota KPU Kota Tegal, Thomas Budiono, saat dihubungi memaparkan Dedy Yon Supriyono-Muhammad Jumadi ditetapkan melalui Surat Keputusan KPU Kota Tegal nomor : 22/PL.03.7-BA/3376/KPU-Kot/IX/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Tahun 2018.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, M Jumadi, hari ini tidak bisa masuk kantor lantaran semua ruang kerja dan stafnya, termasuk ajudan dan sopir ditarik oleh Pemkot Tegal. Bahkan mobil dinas juga ditarik.

“Sejak Jumat mobil dinas dan sopir ditarik. Kemudian hari ini saya tidak bisa masuk kantor karena ruangan saya dikunci. Jadi saya tidak masuk,” ujar Jumadi kepada wartawan di depan ruang kerjanya, Selasa (23/2).

Jika biasanya Jumadi berangkat diantar dengan mobil dinas, namun kali ini dia masuk kerja menggunakan mobil pribadi dan disopiri oleh istrinya. Tidak ada ajudan dan sopir dinas, karena juga sejak Jumat itu pula ajudan dan sopir dinas ikut ditarik.

Saat tiba di depan ruang kerja, Jumadi disambut tulisan pintu ruang kerjanya yang terkunci rapat ‘BAPAK WAKIL WALI KOTA TEGAL TIDAK ADA DI TEMPAT MULAI TANGGAL 11 FEBRUARI 2021 SAMPAI DENGAN SEKARANG’.

“Tadi saya berangkat ke kantor diantar istri. Pas mau masuk sini (ruang kerja) ternyata dikunci. Tidak ada staf di dalam jadi saya tidak bisa kerja. Mau pulang saja saya,” kata Jumadi sambil menunjukkan ruang kerjanya yang kosong.

Beredar kabar, hubungan antara wali kota dan wakil wali kota sedang tidak harmonis namun informasi tersebut belum bisa dikonfirmasi. Bahkan Jumadi juga menepisnya.

“Sebenarnya sih oke oke saja. Makanya saya tidak ngerti ada apa ini. Komunikasi terakhir Minggu lalu pas saya pulang dari Jakarta,” kilah Jumadi.

Jumadi sempat menemui Sekretaris Pemkot Tegal, Johardi untuk menanyakan alasan ruang kerja wakil wali kota yang dikunci maupun penarikan fasilitas melekat seperti sopir, ajudan dan satpol yang berjaga di rumahnya.

Terkait penarikan fasilitas kedinasan tersebut, Johardi menjelaskan karena Jumadi tidak berada di tempat sejak tanggal 11 Februari lalu. Sehingga staf dan ajudan dikembalikan lagi ke OPD.

“Sejak tanggal 11 Februari, pak Wakil tidak ada di tempat, jadi staf dan ajudan tidak ada kegiatan. Jadi akhirnya dikembalikan kepada OPD,” ungkap Johardi.

Untuk ajudan dan sopir dinas wakil wali kota, Johardi menegaskan, mereka mengundurkan diri sehingga terjadi kekosongan. Namun jika kondisinya normal, semua fasilitas itu akan dikembalikan lagi.

“Ajudan dan sopir itu mengundurkan diri. Sedangkan staf, sementara dialihkan ke OPD yang membutuhkan. Tapi kalau (Jumadi) sudah kembali nanti akan dikembalikan,” kata Johardi menambahkan.

Saat ditanya siapa pemberi perintah penarikan fasilitas dan mengunci ruang kerja wakil wali kota, Johardi enggan menjawab. “Kalau soal perintah siapa, tidak usah disebutkan perintah dari mana. Tapi karena wakil wali kota tidak berada di tempat jadi staf dan ajudan ditarik,” ujar Johardi.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, juga sudah mendapat informasi terkait Wakil Wali Kota Tegal tak bisa masuk ruang kerja dan penarikan semua fasilitas melekat tersebut. Ganjar bahkan sudah menyarankan Jumadi duduk bareng dengan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono.

“Mbok duduk bareng, kalau urusan pribadi duduk bareng baik-baik,” kata Ganjar saat ditemui di Semarang, Selasa (23/2).

Ganjar pun siap menjadi mediator antara Wali Kota Tegal dan Wakil Wali Kota Tegal jika dibutuhkan. “Kalau tidak bisa selesaikan ya suruh ketemu saya dua-duanya, tapi saya nggak tahu (masalahnya) itu,” ucap Ganjar.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA