Minggu, 7 Maret 2021

DPRD Akan Panggil Walkot-Wawali Tegal Soal Geger Kantor Dikunci

SMOL.ID – KOTA TEGAL – Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali (Wawali) Kota Tegal M Jumadi dikabarkan berseteru hingga berujung penarikan fasilitas wawali oleh Pemkot Tegal. Ketua DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Kusnendro, angkat bicara terkait persoalan itu.

“Bahwa perlu dipahami, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal adalah satu paket, dipilih oleh warga masyarakat Kota Tegal dan sekarang masih satu kesatuan. Kalau kemudian saat ini terjadi ada ketidakharmonisan, maka yang dirugikan adalah masyarakat,” ujar Kusnendro saat dihubungi via telepon, Selasa (23/2/2021).

Terkait perseteruan itu, Kusnendro mengaku sangat prihatin. Untuk itu, kata dia, perlu duduk bersama untuk mencari jalan keluarnya.

“Kami prihatin, mestinya bisa duduk bersama dibicarakan dengan baik-baik,” kata Kusnendro.

Lebih lanjut Kusnendro mengatakan, atas persoalan tersebut DPRD Kota Tegal akan memanggil kedua belah pihak. Rencana pemanggilan ini, ungkap dia juga untuk mengakomodir usulan dari partai partai yang mengusung pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal saat pilkada.

“Inisiator untuk mengundang mereka berdua adalah partai pendukung. Hal itu karena partai pendukung adalah yang mengusung mereka dari tahapan pilkada hingga duduk sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal. Karena itu, secara kewajiban moral, partai pengusung bertanggung jawab terhadap calon yang diusungnya,” ungkap Kusnendro.

DPRD Kota Tegal, kata Kusnendro, akan segera menyikapi jika ada usulan dari fraksi-fraksi terkait persoalan ini. Dalam kasus ini, bisa melalui pemanggilan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal untuk dengar pendapat agar ada penjelasan atas persoalan yang telah terjadi.

“Nanti ada hal-hal yang perlu ditanyakan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal oleh DPRD, mulai soal fasilitas Wakil Wali Kota ditarik sampai persoalan lain yang harus diurai agar jalannya pemerintahan bisa berjalan dengan baik seperti semula,” tutup Kusnendro.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, M Jumadi, hari ini tidak bisa masuk kantor lantaran semua ruang kerja dan stafnya, termasuk ajudan dan sopir ditarik oleh Pemkot Tegal. Bahkan mobil dinas juga ditarik.

“Sejak Jumat mobil dinas dan sopir ditarik. Kemudian hari ini saya tidak bisa masuk kantor karena ruangan saya dikunci. Jadi saya tidak masuk,” ujar Jumadi kepada wartawan di depan ruang kerjanya, Selasa (23/2).

Jika biasanya Jumadi berangkat diantar dengan mobil dinas, namun kali ini dia masuk kerja menggunakan mobil pribadi dan disopiri oleh istrinya. Tidak ada ajudan dan sopir dinas, karena juga sejak Jumat itu pula ajudan dan sopir dinas ikut ditarik.

Saat tiba di depan ruang kerja, Jumadi disambut tulisan pintu ruang kerjanya yang terkunci rapat ‘BAPAK WAKIL WALI KOTA TEGAL TIDAK ADA DI TEMPAT MULAI TANGGAL 11 FEBRUARI 2021 SAMPAI DENGAN SEKARANG’.

“Tadi saya berangkat ke kantor diantar istri. Pas mau masuk sini (ruang kerja) ternyata dikunci. Tidak ada staf di dalam jadi saya tidak bisa kerja. Mau pulang saja saya,” kata Jumadi sambil menunjukkan ruang kerjanya yang kosong.

Beredar kabar, hubungan antara wali kota dan wakil wali kota sedang tidak harmonis namun informasi tersebut belum bisa dikonfirmasi. Bahkan Jumadi juga menepisnya.

“Sebenarnya sih oke oke saja. Makanya saya tidak ngerti ada apa ini. Komunikasi terakhir Minggu lalu pas saya pulang dari Jakarta,” kilah Jumadi.

Jumadi sempat menemui Sekretaris Pemkot Tegal, Johardi untuk menanyakan alasan ruang kerja wakil wali kota yang dikunci maupun penarikan fasilitas melekat seperti sopir, ajudan dan satpol yang berjaga di rumahnya.

Terkait penarikan fasilitas kedinasan tersebut, Johardi menjelaskan karena Jumadi tidak berada di tempat sejak tanggal 11 Februari lalu. Sehingga staf dan ajudan dikembalikan lagi ke OPD.

“Sejak tanggal 11 Februari, pak Wakil tidak ada di tempat, jadi staf dan ajudan tidak ada kegiatan. Jadi akhirnya dikembalikan kepada OPD,” ungkap Johardi.

Untuk ajudan dan sopir dinas wakil wali kota, Johardi menegaskan, mereka mengundurkan diri sehingga terjadi kekosongan. Namun jika kondisinya normal, semua fasilitas itu akan dikembalikan lagi.

“Ajudan dan sopir itu mengundurkan diri. Sedangkan staf, sementara dialihkan ke OPD yang membutuhkan. Tapi kalau (Jumadi) sudah kembali nanti akan dikembalikan,” kata Johardi menambahkan.

Saat ditanya siapa pemberi perintah penarikan fasilitas dan mengunci ruang kerja wakil wali kota, Johardi enggan menjawab. “Kalau soal perintah siapa, tidak usah disebutkan perintah dari mana. Tapi karena wakil wali kota tidak berada di tempat jadi staf dan ajudan ditarik,” ujar Johardi.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, juga sudah mendapat informasi terkait Wakil Wali Kota Tegal tak bisa masuk ruang kerja dan penarikan semua fasilitas melekat tersebut. Ganjar bahkan sudah menyarankan Jumadi duduk bareng dengan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono.

“Mbok duduk bareng, kalau urusan pribadi duduk bareng baik-baik,” kata Ganjar saat ditemui di Semarang, Selasa (23/2).

Ganjar pun siap menjadi mediator antara Wali Kota Tegal dan Wakil Wali Kota Tegal jika dibutuhkan. “Kalau tidak bisa selesaikan ya suruh ketemu saya dua-duanya, tapi saya nggak tahu (masalahnya) itu,” ucap Ganjar. (aa/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA