Minggu, 7 Maret 2021

Mengajari Anak Menghargai Waktu

Oleh: Yannie Al Abidin*)

SMOL.ID –
الوقت أنفاس لا تعود

“Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.”

Waktu sudah lewat tidak mungkin bisa kembali lagi, inilah perlunya mengajarkan pada anak agar menghargai waktu.

Menghargai waktu bagi anak dimaksudkan agar anak yang berada dalam usia sekolah dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya, bisa mengatur waktu demi waktu tanpa hilang percuma.

الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل

“Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”

Ada 6 tips agar anak menghargai waktu :

1.Hargai waktu belajar

Seorang anak harus ditanamkan rasa perhatian terhadap nilai waktu dan kepekaan terhadap kehilangannya atau menyia-nyiakannya.Sebab menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan seluruh masa hidupnya.

Jika perlu, manfaatkan waktu belajar tambahan, apalagi pada masa pandemi ini dimana waktu belajar dijalankan secara daring (Dalam Jaringan), tambahkan kegiatan ekstrakurikuler yang tujuannya untuk pengembangan potensi diri anak sesuai bakat minatnya.

2.Gunakan waktu luang

Di dalam hadits disebutkan,” Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang empat hal, diantaranya, “tentang umurnya untuk apa ia pergunakan.”
(HR.Tirmidzi)

Juga disebutkan bahwasanya tidak ada satu pun hari yang di dalamnya matahari masih terbit kecuali ia berseru, “Aku adalah hari baru dan menjadi saksi atas amal perbuatan-mu, maka manfaatkanlah aku, sebab aku tidak akan kembali sampai hari yang dijanjikan.”

Kerugian besar dialami oleh anak ketika memiliki waktu luang, namun tidak dimanfaatkan dengan kegiatan positif.Misalnya dengan membaca buku ilmu pengetahuan, mengikuti seminar atau kursus online khusus anak, membuat ketrampilan kerajinan tangan dan lainnya.

3.Istirahat yang cukup

Istirahat yang paling baik adalah tidur.Tidur bertujuan mengembalikan atau memulihkan stamina tubuh yang kelelahan.Jika anak tidur siang jangan terlalu lama, dan tidur malam pun dalam waktu yang cukup.

Hindari kebiasaan tidur hingga larut malam, karena kebiasaan ini akan menguras energi tubuh anak sehingga mengalami kelesuan.

4.Olahraga rutin

Olahraga bagi anak itu sangat penting, ajarkan anak untuk rutin berolahraga dalam bentuk olahraga ringan.Selain itu salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Di jelaskan dalam berbagai hadist, salah satu hadistnya berbunyi seperti ini :

”Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah,” (HR Bukhari, Muslim).
”Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).”(HR Muslim)

5.Gunakan waktu makan dengan disiplin

Sehari minimal makan 3 kali sehari.Namun terkadang anak ada yang tidak disiplin, ada yang suka terlambat makan.Dengan ketidakdisiplinan inilah yang menyebabkan mengalami gangguan kesehatan.

Selain itu dalam memilih makan atau minum pun harus dipastikan makanan atau miy yang dikonsumsi merupakan hidangan halal.

“Hai Rasul-Rasul makanlah dari makanan yang baik baik, dan kerjakanlah amal yang saleh.Sesungguhnya Aku maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Almu’minun :51)

6.Gunakan waktu beribadah dengan tepat.

Allah memerintahkan untuk menjaga pelaksanaan ibadah, salahsatunya adalah ibadah sholat yang telah di tentukan waktunya.Dengan menjaga pelaksanaan sholat tepat waktu, dengan sendirinya telah menanamkan kecintaan menjaga waktu.

Menghargai waktu bagi sesungguhnya adalah menggunakan waktu dengan baik untuk berbagai aktivitas rutin setiap hari.Dengan demikian anak akan terbiasa membagi waktu secara proporsional mulai waktu belajar, istirahat,beribadah, bermain, berolahraga dan kegiatan lainnya.

Sebagaimana arahan Rasulullah dalam sabdanya,” Pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: waktu mudamu sebelum waktu tuamu, masa sehatmu sebelum sakitmu, saat katamu sebelum fakirmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.(HR Al Hakim). (aa/smol)

*) Yannie Al Abidin, pengurus Yayasan Fi’lal Khoirot (Yafikhi) Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA