Selasa, 9 Maret 2021

Perantau Safari Curi Uang Infak Masjid

SMOL.ID – BANTUL – Terdesak kebutuhan untuk makan, A (48) perantau asal Mandau RT O2/03 Air Payang Natuna, Kepulauan Riau, terpaksa mencuri uang infak masjid At Ta’ubad, Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka yang tinggal di rumah saudaranya di Prambanan, Klaten, bersama barang bukti dua kotak infak dan sejumlah uang hasil kejahatan dibawa petugas Polsek Pleret, Kabupaten Bantul.

Menurut Kapolsek Pleret AKP Tukirin, peristiwa pencurian kotak infak itu terjadi pada hari Minggu (21/2) sekira pukul 02.30 WIB. Saat itu petugas Polsek Pleret sedang melaksanakan patroli wilayah.

Usai patroli petugas hendak istirahat di Masjid At Ta’ubad, Wonokromo Rt.01, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul yang terletak di Jalan Imogiri Timur, Kabupaten Bantul. ”Takmir dan polisi melihat tersangka di masjid tersebut,” katanya di Mapolsek Pleret, Bantul, Selasa (23/2).

Mereka curiga dengan gerak-gerik A yang terlihat mondar-mandir tidak jelas, seperti cari sesuatu. Kemudian mereka mendatangi tersangka dan menanyakan identitasnya, tetapi justru tersangka menjawabnya dengan berbelit-belit dan bertingkah aneh.

Karena merasa curiga, kemudian A diminta membuka tas yang dibawanya. Ternyata di dalam tas tersebut, berisi uang yang tidak tertata dan 2 (dua) botol pulut (getah) burung.

Polisi bersama takmir masjid yang merasa curiga, langsung mengecek kotak amal yang berada di masjid tersebut. Petugas dan takmir masjid menemukan bahwa lubang kotak amal ada pulut (getah) burung.

Disamping itu, petugas juga menemukan sobekan uang dan sebagian uang dalam kotak amal terdapat pulut atau getah burung yang tertempel pada uang kertas yang ada di dalam kotak amal.

“Setelah mengetahui hal tersebut, mereka langsung mengintrograsi AHP,” ujarnya. ”Awalnya tersangka tidak mengaku, tapi setelah ditunjukkan barang bukti tersangka baru mengaku,” imbuhnya.

Tersangka mengakui melakukan pencurian di masjid tersebut, sebanyak dua kali. Hari itu mendapat uang hasil curian sebesar Rp.485.000,dan dua minggu yang lalu dimasyid itu tersangka mendapat Rp 153.OOO. ”Jadi ini yang kedua kalinya,” katanya.

Tukirin mengungkapkan tersangka mengaku, telah mempersiapkan lidi dan lem untuk mencuri uang dalam kotak amal, dan datang ke TKP dengan menggunakan ojek online.

Selain melakukan pencurian di masjd At Ta’Abbud tersangka juga melakukan pencurian di beberapa masjd lainnya di daerah Klaten dan Solo.

Oleh karena itu, bila ada takmir masjid yang sering kehilangan uang di dalam kotak amal bisa langsung konfirmasi ke Polsek Pleret dengan membawa barang bukti.

Tukirin mengungkapkan, kejadian pencurian kotak infak sangat sering terjadi di berbagai tempat terutama di tempat-tempat ibadah seperti masjid dan lainnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh takmir masjid yang kotak infaknya merasa uangnya dicuri bisa datang ke Mapolsek Pleret melakukan klarifikasi sembari membawa rekaman CCTV masjid mereka masing-masing.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Pleret Iptu Muhammad Andri Setiyawan menambahkan, kepada polisi tersangka mengaku sudah sering melakukan pencurian kotak amal. Sasarannya adalah masjid-masjid yang berada di pinggir jalan.

Andri menambahkan, di malam yang sama sebelum melakukan pencurian di Masjid At Ta’ubad, tersangka telah melakukan pencurian di Masjid Karanganom tidak mendapatkan hasil kemudian tersangka berjalan ke arah utara.

Di masjid At Ta’ubad tersebut, tersangka membobol dua kotak infak masing-masing di depan serambi dan juga di depan toilet masjid.

Tersangka beraksi selama 1,5 jam untuk menguras dua kotak infak tersebut dan berhasil mengambil uang sebanyak Rp 485 ribu, dan semuanya uang kertas.

“Ternyata dua minggu sebelumnya melaksanakan pencurian yang sama mendapat Rp 157 ribu di masjid itu dan karena sepi maka diulangi lagi Minggu dinihari,” katanya menjelaskan. (Rangga Permana/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA