Selasa, 9 Maret 2021

Sebut Pemakaman Corona Bak Kubur Anjing, Anggota DPRD Bantul Akhirnya Minta Maaf

SMOL.ID, JAKARTA – Anggota DPRD Kabupaten Bantul Supriyono yang mengomentari proses pemakaman dengan protokol COVID-19 seperti mengubur anjing dan sarat proyek dari Dinkes Bantul akhirnya meminta maaf. Supriyono mengaku hanya khilaf.

“Kami manusia biasa yang punya ketidaksadaran, ketidaktahuan dan keterbatasan. Oleh karena itu dalam penyampaian saya di Kulon Progo kemarin ada statement yang menyakitkan teman-teman relawan,” kata Supriyono saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Bantul, Selasa (23/2/2021).

Supriyono juga mengungkapkan rasa maaf atas perbuatannya tersebut. Dia mengaku tidak ada niat untuk menjatuhkan pihak manapun.

“Dalam rangka penanganan COVID-19 di Kabupaten Bantul dengan lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf pada semua teman-teman FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) dan semua relawan baik di Bantul dan DIY,” ujarnya.

“Sekali lagi kami tidak punya sengaja untuk menjatuhkan atau menyudutkan siapa pun dari lubuk hari yang paling dalam,” imbuh Supriyono.

Supriyono juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Dia juga ingin mengajak relawan untuk berkolaborasi dalam penanganan COVID-19.

“Semua jadi pembelajaran dan bagi saya ke depannya untuk lebih berhati-hati dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi. Sekali lagi kami mohon maaf. Mari berkolaborasi dengan baik,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, video pernyataan Supriyono tersebut viral dan ramai dibahas di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Twitter @TRCBPBDDIY. Dalam video berdurasi 30 detik itu, Supriyono mengatakan pemakaman protokol COVID-19 seperti mengubur anjing dan sarat proyek.

Berikut ini pernyataan Supriyono:

“Mati lan urip iku kagungane Gusti Allah, ora apa-apa di-COVID-ke, apa-apa di-COVID-19-ke. Bar operasi kanker payudara, penyakit gula mulih di-COVID-ke, njur le mendhem kaya mendhem kirik. Hadhuh, gek iki alam apa? Ha sing dha mendhem seka Dinas Kesehatan entuk proyek njuk sakpenake dhewe.”

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, “Hidup dan mati itu milik Tuhan, tidak kenapa-kenapa di-COVID-kan. Habis operasi kanker payudara, penyakit gula, lalu di-COVID-kan, terus yang menguburkan seperti mengubur anjing. Kondisi macam apa ini? Yang menguburkan itu dari Dinas Kesehatan dapat proyek, terus seenaknya sendiri.”

Polisi juga telah turun tangan mendalami kejadian ini. Supriyono disebut memberi pernyataan itu saat momen pengajian acara pernikahan di Kulon Progo. Tuan rumah acara itu juga telah dimintai klarifikasi oleh polisi.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA