Selasa, 9 Maret 2021

Sumur Warga di Kudus Berwarna Hitam dan Berbau Busuk Usai Banjir Surut

SMOL.ID, KUDUS – Banjir yang merendam di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah kini berangsur surut. Namun, kini sejumlah sumur warga di Dukuh Tanggulangin tercemar sehingga airnya berwarna hitam dan berbau busuk.

Dari pantauan di lokasi, Selasa (23/2), genangan banjir di Desa Jati Wetan berangsur surut. Hal ini terlihat di jalanan permukiman warga yang sudah tidak tergenang. Namun, beberapa rumah warga yang berlokasi di tanah yang lebih rendah tampak masih digenangi air.

Salah seorang warga menyebut usai banjir surut, air di sumurnya kini justru berwarna hitam dan berbau busuk. Dia bahkan tidak bisa menggunakan air itu untuk minum maupun memasak.

“Supaya diusahakan dipikirkan warga Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, tempat banjir. Ini sumur ganti berwarna hitam dan berbau busuk,” kata salah satu warga Desa Jati Wetan, Mukhsin saat ditemui di lokasi, Selasa (23/2/2021).

“Kemarin banjir berwarna hitam, nah ini dampaknya seperti ini. Kalau tidak tahu ya anu-anu. Memang ada bukti warna sumurnya seperti ini. Bau badheg, busuk,” sambungnya.

Mukhsin mengaku terpaksa menggunakan air sumur berwarna hitam dan berbau busuk untuk mandi. Sedangkan untuk kebutuhan minum, dia mengaku minta tetangga.

“Kalau orang punya itu tidak kanggo (tidak digunakan). Kalau tidak punya ya terpaksa dipakai buat mandi, tetap bau ya digunakan. Kalau minum minta tetangga, tapi kalau minta terus kan gimana,” keluhnya.

Dia berharap agar ada perhatian dari pemerintah desa untuk menguras sumur warga yang berwarna hitam dan berbau busuk. Apalagi, kata dia banyak warga di Dukuh Tanggulangin yang sumurnya tercemar berwarna hitam.

“Harapannya agar disedot dan dibersihkan sumur ini. Karena ini berdampak banget,” jelasnya.

“Karena air kotor mengandung kuman-kuman. Gatal rata-rata yang dialami,” sambung Mukhsin.

Terpisah, Kades Jati Wetan, Suyitno mengatakan genangan banjir di desanya berangsur surut. Namun ada rumah warga yang lokasinya rendah masih tergenang banjir. Kini di posko pengungsian masih ada 15 jiwa yang mengungsi.

“15 orang, 4 KK, warga Tanjung Karang 2 jiwa Jati Wetan 2 jiwa. Untuk sementara membersihkan, mungkin sore sudah kembali ke rumah,” kata Suyitno ditemui di Balai Desa Jati Wetan siang ini.

Suyitno mengatakan pihaknya akan menguras sumur warga yang berwarna hitam. Rencananya juga akan dilakukan dropping air bersih untuk warga yang air sumurnya berwarna hitam dan berbau.

“Itu nanti dari desa mengadakan pengurasan. Itu nanti mungkin besok pagi, karena situasi bisa minta dropping air dari Pura (pabrik kertas di Kudus). Ya nanti ke depan akan disedot juga,” ucap Suyitno.

Diberitakan sebelumnya, di wilayah Jati Wetan sempat terendam banjir berwarna hitam dan berbau busuk, Sabtu (6/2). Namun kondisi banjir semakin meninggi sehingga warna hitam berangsur menghilang.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA