Minggu, 28 Februari 2021

Supriyono Minta Maaf Kepada Relawan

SMOL.ID – BANTUL – Supriyono, anggota DPRD Kabupaten Bantul, minta maaf kepada masyarakat khususnya para relawan atas statemennya yang menyamakan pemakaman korban Covid-19 seperti memakamkan anjing.

”Kami minta maaf kepada masyarakat dan para relawan atas pernyataan saya kemarin, sekali lagi saya minta maaf. Mestinya saya tidak berkata seperti itu,” ujar Supriyono usai melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD Bantul dan FPRB di Gedung DPRD Bantul, Selasa (23/2).

Pertemuan yang diprakarsai pimpinan Dewan dan Badan Kehormatan Dewan (BKD) tersebut, akhirnya relawan menerima permohonan maaf dengan syarat Supriyono tidak mengulangi perkataan seperti itu lagi.

Dihadapan puluhan relawan dan awak media, Supriyono yangenakan baju batik warna hijau dengan didampingi Ketua FPRB Wilardjito menyampaikan permintaan maafnya dan tidak akan mengulangi lagi perkataan seperti itu.

“Kami manusia biasa yang punya ketidaksadaran, ketidaktahuan dan keterbatasan. Oleh karena itu, dalam penyampaian saya di Kulonprogo kemarin ada statement yang menyakitkan teman-teman relawan saya minta maaf,” kata Supriyono.

Permintaan maaf oleh Supriyono, karena dirinya tidak ada niat menjatuhkan atau menyudutkan pihak lain manapun. Untuk itu, sekali lagi ia minta maaf atas apa yang pernah ia sampaikan.

“Dalam rangka penanganan Covid-19 di Bantul dengan lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf pada semua teman-teman FPRB dan semua relawan baik di bantul dan DIY,” katanya.

Bahkan, Supriyono berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Dia juga ingin mengajak relawan untuk berkolaborasi dalam penanganan Covid-19. Bahkan ia mengaku akan ikut terjun membantu para relawan dalam memerangi virus Covid-19.

Baginya peristiwa ini menjadi pembelajaran agar kedepannya lebih berhati-hati dan siap mendukung serta berkolaborasi dengan relawan. Untuk itu, sekali lagi ia menyampaikan maafnya.

Sementara Ketua FPRB Bantul, Waljito mengatakan, para relawan dengan kerendahan hati menerima permohonan maaf Supriyono.

Hendaknya hal ini menjadi pembelajaran bersama tidak hanya pejabat publik, tokoh masyarakat, hingga warga biasa agar berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu apalagi yang terkait hajat hidup orang banyak

Waljito mengingatkan meski menerima dengan ikhlas, apabila nantinya adalah masalah hukum yang lain yang menyangkut Supriyono. Itu bukan wewenang para relawan penanganan Covid-19.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Bantul Subhan Nawawi mengatakan, proses mediasi dan klarifikasi tadi yang turut dihadiri BKD, sudah ada permintaan maaf dan pihaknya lainnya menerima.

Sehingga proses lebih lanjut oleh BKD tidak dilanjutkan, karena sudah kesepahaman kedua belah pihak. ”Karena sudah kesepahanman dari kedua belah pihak, maka kita anggap permasalahan ini selesai,” kata Subhan.

Sebelumnya pada hati Senin (22/2), ratusan relawan penanganan Covid-19 baik dari Bantul maupun Pemda DIY mendatangi DPRD untuk menemui Supriyono yang berasal dari Partai Bulan Bintang agar meminta maaf atas pernyataannya.

Ketika itu dalam sebuah upacara resepsi ia mengatakan, Covid-19 adalah proyek Dinas Kesehatan dan proses pemakaman korban meninggal Covid-19 dikatakan seperti memakamkan anjing.

Jika dalam waktu 1X24 jam tidak ada permintaan maaf secara terbuka kepada relawan, maka mereka akan mendatangi rumah Supriyono. Namun atas inisiasi ketua dewan dan BKD akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. (Rangga Permana/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA