Rabu, 21 April 2021

Pandemi Ubah Strategi Pemasaran

SMOL.ID – BANTUL – Pandemi Covid-19 yang terjadi setahun terakhir ini, membuat semua pihak kalang-kabut terutama pelaku wisata maupun pengusaha kuliner karena sepi pembeli hingga nyaris bangkrut.

Untuk bisa bertahan hidup, para pengusaha kuliner terpaksa banting setir atau mengubah strategi pemasarannya dengan membuka warung berskala lebih kecil di berbagai ruas jalan agar bisa menghidupi karyawannya.

Kondisi demikian ini dilakukan oleh managemen warung Griya Dhahar Mbok Sum yang beralamat di Dlingo, Kabupaten Bantul. Padahal sebelum pandemi, Griya Dhahar Mbok Sum nyaris tak pernah sepi pengunjung.

Griya Dhahar Mbok Sum yang terletak di Jalan Dlingo-Imogiri berkapasitas 700 orang ini sebelum pandemi selalu ramai dikunjungi wisatawan, untuk istirahat makan sambil menikmati suasana warung nan asri.

Namun sejak pandemi Covid-19, Griya Dhahar Mbok Sum nyaris tak ada pembeli. Agar kuliner tersebut, bisa tetap jalan maka managemen Griya Dhahar Mbok Sum membuka warung bebek goreng di berbagai tempat.

“Awal pandemi kami sempat tutup dua bulan, kemudian buka namun karena kondisi sepi akhirnya kami mengurangi karyawan dari sebelumnya 30 orang menjadi separuhnya saja,” ujar Sudarmono, pemilik Griya Dhahar Mbok Sum, kemarin.

November lalu warung yang diluncurkan, ia beri nama ‘Bebek Goreng Keplok’ di Jalan Imogiri-Selopamioro. Selain sebagai pengembangan usaha utama, keberadaan warung ini juga untuk memberi pekerjaan karyawan yang sempat diberhentikan.

Tujuan membuat warung kecil di banyak tempat ini, menurut Sudarmono, untuk mendekatkan diri dengan pelanggan sekaligus memberi pekerjaan kepada sejumlah karyawan yang sebelumnya dirumahkan.

Warung ini, lanjut dia, tentu saja dengan menu yang harganya lebih murah dan lebih terjangkau. Sudarmono berharap, akan banyak pembeli yang di masa pandemi ini bisa menikmati menu tanpa ada kekurangan rasa.

“Alhamdulilah, meski baru dua bulan. Dari warung pertama ini saya berani membuka lagi warung yang baru di Dusun Jomblang, Desa Palbapang, Bantul. Dan kami mempekerjakan kembali enam karyawan lama,’ ujarnya.

Meski tempatnya lebih kecil, hanya berkapasitas 40 orang. Namun pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan dengan meminta setiap pengunjung melakukan 5M dan menyarankan mereka untuk membungkus makanan untuk dibawa pulang.

Kedepan, Sudarmono menargetkan akan dibuka sebanyak 10 warung bebek goreng dengan konsep yang sama se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan harga menu per potong bebek goreng Rp25 ribu, di warung ini pengunjung dibebaskan mengambil nasi sepuasnya. (Rangga Permana/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA