Rabu, 21 April 2021

7 Fakta di Balik Penemuan Jenglot di Makam Keramat Mbah Akasah Kudus

SMOL.ID, KUDUS – Sebuah jenglot ditemukan di makam Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kudus, Jawa Tengah. Benda yang berkaitan dengan mistis itu ditemukan di sebuah makam keramat. Berikut ini 7 fakta dari balik tentang jenglot tersebut dan hal-hal yang mengiringi penemuannya.

1. Ditemukan di makam keramat
Jenglot tersebut ditemukan Sabtu (27/2) di areal makam punden Mbah Buyut Akasah Desa Burikan.” Baru pertama ini (penemuan jenglot),” kata Juru kunci punden Mbah Buyut Akasah, Mamik Junaidi.

2. Kemunculan diiringi kejadian aneh
Mbah Mamik, begitu sapaan akrabnya, mengatakan awal mula penemuan jenglot saat sedang bersih-bersih. Dia bersama tukang pembersih sedang membersihkan kawasan makam Mbah Buyut Akasah.

“Pertama kali ini, pada waktu kerja bakti sama tukang pembersih. Itu bersih-bersih. Saya di membersihkan di pompa. Lha itu ada kejadian aneh, ada gelas jatuh, saya kaget. Terus saya salat Zuhur. Setelah pulang masjid, tukang pembersih bilang menemukan jenglot,” ujarnya.

3. Bertaring dan berkuku panjang
Jenglot yang ditemukan berukuran sekitar 15-20 sentimeter, memiliki rambut panjang dan bertaring. Ada siung (taring) panjang ke bawah dua,” papar Mbah Mamik.

Pengamatan detikcom dari foto-foto yang dikirimkan oleh juru kunci makam, tampak juga tangan jenglot memiliki tangan dan berkuku panjang. Sedangkan kakinya tidak berkuku panjang.

4. Rambut panjang hingga lutut
Selain bertaring panjang, nampak jenglot itu berambut panjang hingga bagian lututnya. Rambut tersebut berwarna hitam yang nampak kotor.

5. Punya alat kelamin
Mbah Mamik menyebut jenglot tersebut bejenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan tidak ada penutup atau pakaian sama sekali dan nampak jelas alat kelaminnya, “jenis kelamin laki-laki,” ujar Mbah Mamik.

6. Warna colkat dan belepotan tanah
Dari pengamatan nyaris keseluruhan badan jenglot itu itu cenderung berwarna coklat dan terlihat masih belepotan dengan tanah.

7. Diamankan khusus untuk menghindari keramaian
Jenglot tersebut selanjutnya diserahkan ke Yayasan Menara Kudus untuk disimpan. Sebelumnya jenglot itu sempat disimpan di makam punden Mbah Buyut Akasah.

“Dibungkus kain putih, terus kemarin sempat disimpan. Ditaruh dalam makam. Terus ini hari sudah disimpan pihak Yayasan Sunan Kudus. Masalahnya kalau kita simpan nanti masyarakat pada takut atau ramai,” lanjutnya.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA