Rabu, 21 April 2021

Harga Cabai Rawit di Klaten Setara 1 Kg Daging Sapi

SMOL.ID, KLATEN – Hari ini, harga cabai rawit merah varietas sret di beberapa wilayah Klaten setara dengan harga satu kilogram daging sapi. Harga cabai jenis ini menyentuh Rp 120.000 per kilogram.

“Hari ini cabai sret sudah Rp 120.000 sama dengan harga daging sapi. Kalau bawa 10 kilogram saja modal harus Rp 1.200.000,” ungkap pedagang sayur di pasar Juwiring, Poniyem, Senin (1/3/2021) pagi di lokasi.

Dikatakan Poniyem, harga cabai rawit ini terus naik beberapa hari terakhir. Dari Rp 90.000 jadi Rp 110.000 dan sampai Rp 120.000 perkilogram.

“Oalah, ini juga tidak tahu kenapa kok jadi mahal. Saya nanam juga tidak hidup, banyak pohon mati dan yang berbuah busuk,” jelas Poniyem.

Menurut Poniyem, harga cabai jenis itu dijualnya Rp 120.000 atau Rp 12.000 per ons sebab dari pengepul juga sudah harga tinggi. Dari pengepul Rp 110.000 per kilogram.

“Saya beli sudah Rp 110.000 mau jual di bawah Rp 100.000 bisa rugi. Ini saja barangnya sulit didapatkan,” imbuh Poniyem.

Harga cabai lain, sambung Poniyem relatif stabil. Harga cabai merah keriting Rp 60.000 dan hijau Rp 30.000. Cabai rawit hijau Rp 70.000.

“Yang rawit hijau saja Rp 70.000 padahal itu hanya untuk lalapan. Jadi kalau rawit lebih mahal.

Pedagang sayur di Kecamatan Delanggu, Yuda mengatakan dirinya membeli cabai dari pasar Jatinom sudah Rp 110.000 per kilogram hari ini. Dengan begitu terpaksa dijual Rp 120.000 per kilogram.

“Harga saya jual Rp 120.000 hanya untung Rp 10.000. Itu saja kalau ada barangnya, ini cabai juga sulit didapat,” ucap Yuda pada detikcom di Desa Sabrang.

Harga cabai rawit itu, lanjut Yuda setara dengan harga daging sapi satu kilogram. Jika dibelikan daging ayam bisa mendapatkan satu kilogram.

“Dibelikan daging sapi bisa dapat satu kilogram tapi kalau untuk membeli daging ayam dapat tiga kilogram. Ini harga paling tinggi,” kata Yuda.

Pemilik warung makan di Kecamatan Klaten Utara, Ninik membenarkan hari ini harga cabai rawit Rp 120.000 per kilogram. Sebab kemarin saja sudah Rp 110.000.

“Ya wajar dan saya tidak kaget wong kemarin saja sudah Rp 110.000 per kilogram. Harga mungkin bisa terus naik jika hujan terus turun,” kata Ninik pada detikcom di warungnya.

Di tingkat eceran warung, imbuh Ninik, harga bisa lebih mahal lagi. Sebab harga di warung Rp 5.000 hanya mendapat dua biji cabai rawit.

“Uang Rp 5.000 cuma dapat dua. Terpaksa tidak masak pedas dulu, kalau terpaksa pakai cabai merah keriting Rp 60.000 dan Hijau Rp 26.000 sampai Rp 30.000 per kilogram,” terang Ninik.

Menurut Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Pemkab Klaten Erni Kusumawati penyebab tingginya harga cabai rawit adalah cuaca. Cuaca memicu jamur.

“Cuaca yang masih terus hujan menyebabkan jamur berkembang cepat. Ini penyebabnya,” jelas Erni pada detikcom dihubungi ponselnya.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA