Rabu, 21 April 2021

Klaim Kasus Turun, Dinkes Boyolali Sebut Pasien Covid di Boyolali Tinggal 44 Orang

SMOL.ID, BOYOLALI – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina menyebut, kasus warga terkonfirmasi positif CO9 di Boyolali, Jawa Tengah, terus menurun dan sekarang tersisa sebanyak 44 kasus yang masih perawat di rumah sakit.

“Kasus COVID-19 di Boyolali hingga Kamis ini, pasien yang masih dirawat di rumah sakit Boyolali 41 kasus dan tiga lainnya dirawat di RS luar Boyolali, sehingga totalnya 44 kasus,” kata Ratri, di sela vaksinasi tahap kedua di Boyolali, Kamis, (04/03/2021).

Ratri menyampaikan jumlah kasus COVID-19 di Boyolali secara akumulasi sebanyak 5.547 kasus. Sedangkan, pasien yang masih dirawat di RS ada 44 kasus, dan menjalani isolasi andiri 154 kasus.

Jumlah warga yang sudah dinyatakan sembuh COVID-19 di Boyolali hingga saat ini, mencapai 5.142 kasus dan meninggal dunia akibat terinfeksi virus ada 207 kasus.

“Persentase angka warga sembuh COVID-19, di Boyolali tinggi yakni mencapai sekitar 92,7 persen, dan angka kematian mencapai 3,7 persen,” jelas Ratri.

Oleh karena itu, kata Ratri, angka skoring indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) COVID-19 di Boyolali hingga sekarang 1,96 atau masuk zona resiko sedang atau warna oranye.

Ratri menjelaskan menurunnya kasus COVID-19 di Boyolali terlihat pada penambahan hingga Kamis ini, hanya 10 kasus. Jika melihat perkembangan data per minggu mengalami penurunan. Pada minggu ketiga mencapai 308 kasus, dibanding minggu terakhir ini, 140 kasus.

“Penurunan kasus COVID-19 ini, dampak adanya program pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga saat ini,” katanya.

Hal tersebut, kata dia, juga berdampak pada tingkat keterisian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Boyolali dalam penanganan COVID-19 di wilayah ini.

RSUD Pandan Arang Boyolali keterisian RS untuk ruang isolasi kasus COVID-19 dari kapasitas 138 tempat tidur (bed) kini hanya terisi 41 tempat tidur atau sekitar 30 persen. Ruang ICU dari kapasitas 13 tempat tidur hanya terisi dua tempat tidur, sehingga persentasenya hanya sekitar 15 persen.

Menyinggung soal kegiatan vaksinasi, dia menjelaskan dampaknya belum bisa dilihat dalam jangka pendek, tetapi dilihat manfaatnya dalam jangka panjang. Setelah antibodi terbentuk secara optimal di seluruh kelompok masyarakat.

RS Darurat COVID-19 di Boyolali yang menangani gelala ringan dan isolasi kini juga kondisi kosong pasien. “Kami catat kasus COVID-19 di Boyolali, terus menurun terutama kasus-kasus yang bergejala,” katanya.(lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA