Rabu, 21 April 2021

Sinau Ilmu Kehidupan dari Bupati Banjarnegara yang Nyentrik

… untuk menjadi pemimpin harus sudah merasakan titik jenuh duniawinya. Ketika titik jenuh duniawi tersebut sudah terlampaui, seorang pemimpin secara otomatis tidak akan memiliki kepentingan (pribadi) …
– Budhi Sarwono –
Bupati Banjarnegara

SMOL.ID – BANJARNEGARA – Bupati nyentrik Budhi Sarwono atau akrab disapa Wing Chin, merupakan Bupati Banjarnegara Periode 2017-2022. Visi kepemimpinanya “Banjarnegara Bermartabat dan Sejahtera”.

Senin (8/3/21) siang PT Suluh Media Network dengan portal media online smol.id berkesempatan untuk beraudiensi dengan Bupati nyentrik tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) smol.id Sasongko Tedjo, didampingi General Affairs Director Eko H Mudjiharto dan Reporter smol.id wilayah Banyumas Raya Dimas D Pradikta diterima oleh Bupati Budhi Sarwono di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara.

Bupati sangat apresiasi dan berbangga dengan kehadiran media smol.id di rumah dinasnya. Dia didampingi Kepala Dinkominfo Riono Rahadi Prasetyo SH MH, Kabid Kominfo Khadir SH, dan Muji Prasetyo.

Dalam suasana yang begitu cair, Sasongko Tedjo turut mengapresiasi program bupati, yakni optimalisasi infrastruktur di Banjarnegara, terutama jalan-jalan kabupaten yang mulus.

Menurut Bupati, semua mahluk hidup itu membutuhkan akses, tak hanya manusia saja, karena akses itu adalah sumber kehidupan. Jika akses jalan di Banjarnegara mulus, itu akan memudahkan petani untuk mengirimkan hasil pertaniannya ke pasar, efek ekonomi lainnya pun juga turut serta akan meningkat.

“Yang utama adalah kewajiban pemimpin dalam menjalankan amanah untuk mengutamakan keselamatan masyarakat,” katanya.

Bupati menambah, memang dampak dari adanya pandemi ini begitu terasa bagi semua kalangan. Bupati pun turut berpesan bahwa kita semua ini sedang diguncangkan hatinya, diguncang agar semakin yakin akan Kebesaran Sang Pencipta, tidak perlu takut karena kita semua ada yang memiliki.

Kulo panjenengan ugi kulo, sedoyo wonten ingkang nguripi, wonten ingkang nggadahi, (Gusti Alloh) mboten perlu wedi kalih corona! Karena itu malahan justru akan menurunkan imunitas tubuh kita. Yang penting tetap yakin dan teguh hati akan cobaan ini agar segera berlalu, dan tetap patuhi protokol kesehatan” tambah bupati.

Bupati pun banyak memberikan “Ilmu Kehidupan”. Dalam diskusinya, Bupati Budhi memberikan gambaran untuk menjadi pemimpin menurutnya harus sudah merasakan titik jenuh duniawinya.

Ketika titik jenuh duniawi tersebut sudah terlampaui, seorang pemimpin secara otomatis tidak akan memiliki kepentingan.

“Kepentingan inilah yang akan membuat rencana kerja menjadi tidak prorakyat, karena masyarakat ini membutuhkan aksi dan gerakan nyata, bukan hanya pencitraan.” (Dimas/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA