Rabu, 21 April 2021

Ini Brosur Perjalanan Ibadah Haji pada Zaman Penjajahan Belanda

Oleh : Zaenal Arifin*

SMOL.ID – Koran memuat jadwal keberangkatan ibadah hadji pada tahun 1888 dengan biaya (ongkos) 95 Gulden. Sumber wikipedia menjelaskan “Gulden adalah mata uang Belanda selama beberapa abad, sebelum digantikan oleh Euro pada 1 Januari 2002.”

Biro perjalanan haji tersebut menawarkan sebuah kapal Belanda bernama Voorwaarts dengan bobot 2.802 ton. Kapal ini khusus untuk perjalanan ke Mekkah dan tidak ada penumpang untuk tujuan lainnya.

Penawaran perjalanan tersebut juga disebutkan jadwal keberangkatannya, yang dalam selebaran tersebut, berangkat dari Cilacap tanggal 4 April 1888 atau 22 Rajab 1305.

Perjalanan dari Cilacap kemudian menjemput jamaah haji di tiap pelabuhan di Kota Banyuwangi, Besuki, Probolinggo, Surabaya, Semarang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Indramayu, Betawi/Jakarta, dan Padang dengan masing-masing kota memiliki jadwal tanggal yang sudah ditentukan. Terhitung sekitar 23 hari dari Cilacap menuju Padang untuk bersiap bertolak ke Jeddah.

Selanjutnya perjalanan dari Padang ke Jeddah diperkirakan akan memakan waktu sekitar 21 hari, dan sampai Jeddah adalah tanggal 18 Mei 1888, sehingga perjalanan dari Cilacap ke Jeddah adalah sekitar 44 hari.

Adapun biaya yang dikenakan adalah untuk orang tua seharga 95 gulden dan anak-anak 47,5 gulden serta anak-anak di bawah umur dua tahun diberikan tanpa biaya.

Apa fasilitas yang diperoleh? Untuk perjalanan waktu, sepertinya sudah cukup bagus, yaitu penumpang akan memperoleh nasi, air minum, kopi dua kali per hari dengan lauk ikan kering berbumbu sambal lombok dan bawang, juga disediakan toilet untuk buang hajat.

Dalam brosur selebaran perjalanan haji tersebut, disediakan juga info biro agen perjalanan di tiap kota besar untuk pendaftaran dan kontak lainnya.

*Dikutip smol.id dari akun Facebook Zaenal Arifin Group Foto2 TEMPO DOLOE kita semua (aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA