Selasa, 22 Juni 2021

Capai Hasil SDGs Maksimal Pendamping Desa Marathon Berikan BIMTEK

Oleh : Setyo Haryono, SHI*

SMOL.ID – PURBALINGGA – Sesuai dengan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Bahwa untuk mencapai pembangunan yang tepat guna dan tepat sasaran, perlu dilakukan pendataan berbasis SDGs Desa, yakni sebuah proses pemutakhiran data desa yang akurat sebagai landasan perencanaan desa di tahun depan.

Seperti yang tertuang dalam Standar Operasional Prosedur, bahwa tahapan pendataan dimulai 1 Maret sampai dengan 31 Mei 2021, yang diawali dengan pembentukan kelompok kerja (Pokja) relawan pendataan, pembekalan, kunjungan lapangan sampai pelaporan hasil pendataan.

Melihat batas waktu yang minim Jajaran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Purbalingga, mendorong desa dampingannya untuk menyelenggarakan bimbingan teknis, hal ini dimaksudkan agar para relawan Pokja pendataan benar-benar paham dengan tupoksi dan teknis pendataan secara detail, sebelum melakukan kunjungan dan pendataan, apalagi model pendataannya berbasis aplikasi android yang memerlukan keahlian khusus.

Sejak sosialisasi pendataan berbasis SDGs oleh Dinas PMD dan Tenaga Ahli Kabupaten pada minggu ke dua bulan Maret 2021, para pendamping desa segera menindaklanjuti di wilayah kecamatan masing-masing. Dengan agenda pertama pembentukan Pokja Relawan Pendataan, dilanjutkan dengan pembekalan/bimtek di desa-desa dampingan. Purbalingga dengan jumlah dampingan 18 Desa, memulai memberikan pembekalan kepada pokja pendataan sejak tanggal 25 Maret, hingga awal April 2021.

“Kami tim TPP P3MD Kecamatan Kaligondang, sampai tanggal 3 April 2021, sudah memberikan pembekalan kepada para Pokja pendataan di 17 desa, tinggal 1 desa lagi masih dalam konfirmasi waktu,” jelas koordinator pendamping desa Kecamatan Kaligondang sekaligus Koordinator Pendamping Desa Tingkat Kabupaten, Seryo Haryono.

Menurutnya, bimtek bagi Pokja relawan pendataan berbasis SDGs Desa ini sangat penting, mengingat model pendataannya berbasis aplikasi android, juga ada 4 jenis kuesioner yang mesti diisi yakni kuesioner Desa, kuesioner RT, kuesioner KK, dan kuesioner Individu.

“Jika tidak diberikan pembekalan yang mateng, Pokja akan mengalami banyak hambatan di lapangan dan mengingat waktu yang mepet, kami melakukan bimtek ke desa-desa secara marathon, sehari rata-rata memberikan bimtek 2 sampai 4 Desa. Tak jarang kami PD dan PLD sampai meriang, karena sering pulang malam dan kehujanan,”

Hal itu dilakukan agar program dan pembangunan desa berbasis SDGs Ini benar-benar sukses, diawali dengan data yang akurat. (aa/smol)

*) Setyo Haryono, SHI
Koordinator Pendamping Desa Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA