Rabu, 21 April 2021

Kebangkitan Yesus Berarti Kehidupan

 

PEKAN INI, jutaan umat Kristiani di seluruh dunia memperingati kematian dan kebangkitan Yesus. Pertanyaannya, kenapa Yesus harus mati dan kenapa harus dibangkitkan ?

Kematian Yesus terjadi agar manusia bisa mendapatkan pengampunan dosa dan hidup selamanya. Kematiannya juga membuktikan, bahwa manusia bisa tetap setia kepada Allah, meskipun menghadapi berbagai kesulitan yang sangat berat.

Jadi, kematian satu orang, yaitu Yesus, bisa menghasilkan banyak manfaat. Yesus mati ”agar setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan, melainkan memperoleh kehidupan abadi”.

Sebaliknya, kematian Yesus bukan hanya menghapus dosa, tapi juga membuat orang-orang yang beriman kepadanya bisa hidup selamanya.

Peringatan kematian Yesus mengingatkan orang Kristen bahwa mereka telah dibebaskan dari dosa dan kematian.

Kebangkitan Yesus

Sementara kebangkitan Yesus bukan sekadar peristiwa yang terjadi dahulu kala, yang tidak ada artinya bagi umat manusia sekarang.

Majalah Menara Pengawal yang diterbitkan Saksi-Saksi Yehuwa Maret 2013 menulis, Rasul Paulus memberi tahu arti penting kebangkitan Yesus, ”Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai buah sulung dari antara orang-orang yang telah tidur dalam kematian. Karena, mengingat kematian datang melalui seorang manusia, kebangkitan orang mati juga melalui seorang manusia. Karena sebagaimana semua manusia mati sehubungan dengan Adam, demikian juga semua manusia akan dihidupkan sehubungan dengan Kristus.”—1 Kor 15:20-22.

Yesus dibangkitkan pada tanggal 16 Nisan 33 M menurut kalender Kamariah. Setiap tanggal itu, orang Yahudi mempersembahkan buah sulung dari panenan biji-bijian yang pertama kepada Allah Yehuwa di bait di Yerusalem. Dengan menyebut Yesus sebagai buah sulung, Paulus menyiratkan, bahwa akan ada orang-orang lain yang dibangkitkan.

Paulus selanjutnya menjelaskan apa saja yang dimungkinkan oleh kebangkitan Yesus, ”Mengingat kematian datang melalui seorang manusia, kebangkitan orang mati juga melalui seorang manusia.”

Karena Adam mewariskan dosa dan kematian,  semua manusia mati. Namun, dengan memberikan kehidupan manusianya yang sempurna sebagai tebusan, Yesus dapat membebaskan manusia dari perbudakan dosa dan kematian melalui kebangkitan.

Yesus sendiri menjelaskan arti kematian dan kebangkitannya bagi manusia. Ia mengatakan tentang dirinya, ”Putra manusia harus diangkat, agar setiap orang yang percaya kepadanya dapat memperoleh kehidupan abadi. Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi.”—Yoh 3:14-16.

Kita semua bisa membayangkan, hidup abadi tanpa rasa sakit, penderitaan, dan kesedihan. Pasti sesuatu yang ditunggu-tunggu seluruh umat manusia. Dan ini benar-benar prospek yang menyenangkan!

Seorang pakar Alkitab mengatakan, ”Kuburan mengingatkan kita akan betapa singkatnya kehidupan, sedangkan kebangkitan menjamin singkatnya kematian.” Ya, kebangkitan Yesus berarti kehidupan!

 

Lalu, apa artinya semua ini bagi umat manusia ? Kematian Yesus benar-benar terjadi dan ini membuka kesempatan untuk hidup abadi. Apakah kita semua mau hidup selamanya?

Yesus memberi tahu cara memperolehnya dengan berkata, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.”​ (eko h mudjiharto)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA