Beranda News Semarang Jelang Musda X MUI Jateng; Kota Semarang Usul Dibentuk Komisi Kesehatan  

Jelang Musda X MUI Jateng; Kota Semarang Usul Dibentuk Komisi Kesehatan  

0
Jelang Musda X MUI Jateng; Kota Semarang Usul Dibentuk Komisi Kesehatan  

Prof Dr KH Erfan Soebahar
 
SMOL.ID – SEMARANG – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang Prof Dr KHM Erfan Soebahar mengatakan, tiga problem serius yang dihadapi umat dalam lima tahun mendatang yaitu ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

‘’Ekonomi mudah-mudahan semakin baik, ditopang kekuatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang mulai bisa diberdayakan. Munculnya Bank Syariah Indonesia (BSI) semakin nyata kehidupan ekonomi. Pendidikan, umat harus dipaksa belajar menggunakan teknologi informasi berbasis internet yang tidak terikat oleh jarak, ruang dan waktu. Sedang kesehatan selama pandemi Covid-19 kita disadarkan bahwa pola hidup sehat umat masih harus ditingkatkan,’’ katanya.

Karena itu, salah satu yang dingin diusulkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) X MUI Jateng, Rabu hari ini (7/4), dibentuk atau ditambah Komisi Kesehatan yang khusus mengamati dan memperhatikan persoalan umat menyangkut hidup sehat ini.

‘’Alhamdulillah di MUI Kota Semarang sudah terbentuk Komisi Kesehatan. Para dokter dan tenaga ahli kesehatan berada di komisi tersebut. Fatwa-fatwa MUI yang berhubungan dengan kesehatan halal dan haram kami butuh informasi dan data dari para ahli kesehatan,’’ kata Guru Besar UIN Walisongo Semarang itu.

Masalah lain yang dihadapi MUI, kata Prof Erfan, perhatian pemerintah terhadap dana operasional untuk menggerakan kegiatan umat masih perlu ditingkatkan.

‘’Tingkat Provinsi tentu berbeda dengan MUI Kabupaten/Kota. Kami yang berada di MUI Kabupaten Kota harus memikirkan operasional sampai ke tingkat kecamatan,’’ katanya.

Kehidupan politik menjelang 2024 menurut Prof Erfan Soebahar juga menjadi perhatian para ulama agar sudah mempunyai desain yang tepat untuk menghadapi gejolak politik baik pilihan bupati/wali kota, pilihan gubernur, pilihan presiden, pilihan legislativ dan lain-lain.

‘’Insya Allah kalau pemahaman politik disampaikan kepada umat melalui Bahasa agama oleh para ulama, hasilnya akan berbeda, Menghadapi situasi politim seperti apapun umat akan tetap tenang dan stabil,’’ tuturnya.

Dibuka Gubernur
 
Ketua Panitia Musda MUI Prof Dr H Ahmad Rofiq didampingi Sekretaris Profr Dr Abu Rokhmad menjelaskan, Musda X akan dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu siang ini (7/4) pukul 13.00 di Hotel Grasia, Jalan S Parman Semarang.

Sebelum hadir di arena Musda semua panitia dan peserta harus sudah vaksin dua kali dan mengikuti rapid test.
Musda akan diikuti 35 utusan pengurus MUI Kabupaten/Kota se-Jateng, pimpinan ormas Islam Jateng, pengasuh pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam di Jateng.

Menurut Ahmad Rofiq MA, setiap utusan MUI daerah diwakili tiga orang meliputi ketua umum, sekretaris umum dan ketua komisi fatwa.

Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 pelaksanaan Musda digelar dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan (prokes), seluruh peserta dan panitia harus sudah menjalani vaksinasi dan repid test.

Selain itu, lanjutnya, seluruh jadwal agenda persidangan dilaksanakan dengan dua cara, meliputi offline dan online. Bersama perwakilan dari ormas Islam, pesantren dan perguruan tinggi Islam, ketua umum MUI  kabupaten/kota akan mengikuti musda secara offline.

Dia menambahkan sedangkan sekretaris umum dan ketua komisi fatwa MUI Kabupaten/Kota akan mengikuti agenda Musda secara online. Kebijakan ini diambil semata menghindari atau mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster baru Covid.

Rofiq dan Abu Rokhmad berharap agar agenda permusyawaratan para ulama di Jateng ini berjalan lancar meski dilaksanakan dalam suasana pandemi. (aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here