Beranda News Semarang Marwah dan Khithah MUI

Marwah dan Khithah MUI

0
Marwah dan Khithah MUI


Oleh: Ali Arifin*)

SMOL.ID – Hari ini, Rabu (7/4/21) akan digelar Musda X MUI Jateng.

Menurut Ketua Panitia Musda MUI Prof Dr H Ahmad Rofiq MA dan Sekretaris Prof Dr Abu Rokhmad, Musda X akan dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu siang pukul 13.00 di Hotel Grasia, Jalan S Parman Semarang.

Musda X MUI 2021 nampaknya kurang greget. Dalam artian, jauh hari sudah ada wacana kembali mengusung Ketua Umum MUI Jateng Kiai Darodji.

Konon sudah ada tiga MUI kabupaten yang mendukung Kiai Darodji. Sah-sah saja, penulis dan sebagian besar umat muslim di Jateng mengenal Kiai Darodji sebagai sosok yang baik.

Pernah saat penulis tanya kepada Pak Yai, apa resep panjang umur sehari setelah beliau ulang tahun Ke-81, “Apa rahasia bisa panjang usia dan tetep sehat serta semangat beraktivitas?”

Pak Yai Darodji menjawab, “Resepnya, jangan pernah menyakiti orang lain. Begini, contoh, selama mengenal saya, apakah Mas Arifin pernah saya sakiti?”

“Tidak pernah, Pak Yai,” jawab penulis.

Ya, memilih Pak Yai Darodji yang sudah menjabat dua periode, adalah hal yang memungkinkan. Sah-sah saja. Terlebih selama menjabat Pak Yai Darodji bisa menjalankan roda organisasi dengan baik.

Akan lebih baik lagi apabila prestasinya sangat baik (mumtaz). Untuk yang satu ini, tentu penilaian ada di umat Islam se Jateng yang diwakili para pengurus MUI se kabupaten kota di Jateng peserta Musda.

Namun secara organisatoris, fatsun kepantasan dan panutan yang baik (qudwah hasanah) bisa saja ada sebagian MUI kabupaten/kota yang mempertanyakan.

Jika wacana presiden tiga periode saja, mengundang tanggapan yang tidak sependapat, seharusnya para ulama bisa memberikan contoh yang baik.

Selain itu, juga faktor usia. Di sisi lain, kalau regenerasi tidak berjalan, bisa juga dipertanyakan karena kaderisasi tidak dilakukan dengan baik.

Tidak tertutup kemungkinan ada usulan dari pengurus MUI (terutama kaum muda) agar Kiai Darodji menjadi Ketua Wantim, sehingga bisa mengawal jalannya organisasi lima tahun ke depan.

Mereka itu karena sangat hormatnya kepada guru mereka, merasa serba salah, seolah-olah jadi kurang ta’dhim pada gurunya, karena sudah usia 81 tahun, masih diminta menjadi ketua umum MUI.

Sementara itu, banyak tokoh dan kiai pimpinan pondok pesantren yang juga berpotensi menggantikan beliau.

Marwah MUI

Sebagai wadah berhimpunnya ulama, zuama, dan cendekiawan muslim, tugas dan amanah utamanya dan sekaligus marwah ulama adalah menasihati, memberi fatwa, dan taushiyah kepada pejabat eksekutif.

Karena itu, sebagai ulama idealnya dapat memposisikan diri dan lembaganya secara proporsional. (aa)

*) Ali Arifin, warga NU tinggal di Kota Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here