Beranda News Jateng - DIY Muhammadiyah Karanganyar Berangkatkan Tim Relawan ke NTT

Muhammadiyah Karanganyar Berangkatkan Tim Relawan ke NTT

0
Muhammadiyah Karanganyar Berangkatkan Tim Relawan ke NTT

Dirut RS PKU mengenakan jaket pada relawan yang akan diberangkatkan ke NTT.

SMOL.ID – KARANGANYAR – Pengurus Muhammadiyah Karanganyar mengirim tim relawan untuk membantu memberikan pertolongan pada korban banjir di NTT (Nusa Tenggara Timur) yang terkena banjir bandang.

Tim diambilkan dari MDMC (Muhammadiyah Disarter Medical Center) RS PKU Muhammadiyah Papahan.

‘’Kita mengirimkan tim terdiri dari dokter, perawat baik perawat umum maupun bidan, sati tenaga psikososial, dan satu orang tim logistik. Mereka juga dilengkapi dengam obat-obatan senilai total Rp 200 juta untuk menolong mereka, karena kondisinya sangat mengenaskan,’’ kata Sekretaris Muhammadiyah Karanganyar, Sarilan M Ali, Rabu (7/4).

Mereka akan bergabung dengan puluhan relawan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia yang sudah lebih dulu ada di sana. Tim ini menyusul bersama tim dari Muhammadiyah Lamongan untuk ditempatkan di Kabupaten Lembata dan Flores Timur.

Ada delapan kabupaten yang terkena banjir bandang itu dan tim MDMC beserta tim LPB (Lembaga Penanganan Bencana) sudah langsung mengkoordinasikan relawan dari Muhammadiyah seluruh Indonesia yang digilir dari RS PKU se Indonesia untuk menjadi relawan di sana. Tim Karanganyar akan berada di dua tempat bencana itu sampai tanggal 21 April.

Menurut Sarilan, karena sulitnya medan, tim harus terbang ke Maumere Papua terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan menyeberang dari Larantuka ke Flores dengan speed boat. Baru kemudian menuju ke eLembata dan Flores Timur.

Direktur RS PKU Karanganyar dokter Aditya mengatakan, agar semua anggota tim meluruskan niat karena pengabdian ini semata-mata ibadah. Dan mereka dipesan agar menerapkan semboyan dimana bumki dipijak di situ langit dijunjung.

‘’Sebab yang akan dikunjungi itu jelas memiliki budaya berbeda. Namun mereka adalah saudara se bangsa yang kini sedang mengalami musibah berat. Ada lebih dari 70 yang meninggal dan 70 lebih belum ditemukan jasadnya.”

DR Muhammad Samsuri, Ketua Muhammadiyah Karanganyar meminta kesungguhan mereka, relawan ini sedang berjihad membantu saudara yang kena musibah.

Kebetulan daerah di sana memang mayoritas nonmuslim, namun tentu itu bukan alasan untuk mengendorkan jihad. Justru karena itu Muhammadiyah berkepentingan besar membantu mereka yang terkena banjir bandang.

Koordinator relawan Agus Dwi Purwanto mengatakan, tim akan diterjunkan di tempat sulit dan parah terkena banjir. Dan semua anggota sudah dilengkapi obat-obatan, vitamin, suplemen, serta APD (Alat Pelindung Diri) lengkap agar kesehatan relawan juga prima.

‘Kondisi di sana memang memprihatinkan, semua bantuan diterjunkan lewat helikopter sebab lewat laut juga belum bisa karena ombak tinggi. Sehingga kapal dari Larantuka sementara ditunda. Karena itu tim yang berangkat perlu bersiap diri dengan stamina prima untuk bisa diterjunkan ke sana,’’ kata Agus.(joko dh/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here