Beranda News Semarang Sambut Hari Jadi Kota Semarang Perempuan Harus Cerdas dan Kritis

Sambut Hari Jadi Kota Semarang Perempuan Harus Cerdas dan Kritis

0
Sambut Hari Jadi Kota Semarang Perempuan Harus Cerdas dan Kritis
Gambar: Nara sumber Broto Hastono , Arri Handayani dan moderator Isamudin (tengah) .Hm

SMOL.ID, SEMARANG – Perempuan harus cerdas dan kritis menggunakan gadget karena dengan pesatnya kemajuan teknologi memungkinkan individu mampu menggenggam dunia hanya melalui genggaman tangan.

Bagi wanita karir alat komunikasi itu sangat menunjang karirnya, sedang untuk ibu rumah tangga memberi peluang mengakses dunia mengikuti perkembangan zaman. Untuk bisnis, menambah kemampuan memasak, belanja dsb . Namun begitu sisi negatif juga harus diperhatikan, karena hanya karena main jari di media sosial, bisa menjadi petaka jika tidak hati-hati.

Kemajuan teknologi sering disalahgunakan untuk melakukan tindak kejahatan melalui dunia maya yang disebut Cyber crime. Karenanya perlu memberikan pemahaman terkait literasi media sosial terhadap lingkungan sekitar .

Demikian dikatakan oleh Dr Arri Handayani SPsi, MSi dalam webinar Perlindungan Perempuan dari Bahaya Gadged dalam Perspektif Hukum dan Psiokologi, Selasa (6/4). Kerja bareng Pemkot Semarang dan Universitas PGRI Semarang memperingati hari jadi Kota Semarang ke – 474 dan Hari Kartini.

Tips diberikan oleh ketua Forum Kesetaraan Keadilan Gender (FKKG) kota Semarang itu agar terhindar dari kejahatan cyber antara lain , perempuan perlu belajar mengelola emosi , tidak menyalahgunakan gadget yang justru bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri .

“ Tidak sembarangan memberikan info pribadi. Dalam menanggapi komentar, fokus pada masalah, tidak menyerang orangnya “. tandasnya.

Kejahatan Komputer

Sementara itu Broto Hastono, SH, MH menjelaskan yang dimaksud dengan cyber crime adalah kejahatan komputer yang ditujukan kepada sistem atau jaringan komputer, menggunakan media elektronik internet. “ Cyber Crime merupakan tindak kejahatan di dunia alam maya, yang dianggap bertentangan atau melawan undang-undang yang berlaku.”

Ditambahkan oleh ketua DPC Peradi Kota Semarang itu,jenis kejahatan yang masuk cyber crime antara lain teroris internet, cyberpornography termasuk pornografi anak, Cyber Harrasment yaitu pelecehan seksual melalui email, website atau chat program, menjelek-jelekkan seseorang dengan menggunakan identitas seseorang yang telah dicuri sehingga menimbulkan kesan buruk terhadap orang tersebut.

“ Penipuan dengan ciri mendapatkan informasi kata sandi dan kartu kredit, dengan menyamar sebagai orang atau bisnis yang terpercaya dalam sebuah komunikasi elektronik resmi, seperti e-mail atau pesan instan.” tandasnya.

Advokad itu juga menjelaskan tentang cyber bullying atau perundungan dunia maya yang banyak dialami oleh remaja. Mengutip Wikipedia yang dimaksud dengan cyber bullying segala bentuk kekerasan seperti diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan yang dialami anak – remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia cyber atau internet,teknologi digital atau telepon seluler.

Belum Dewasa

Cyber bullying dianggap valid bila pelaku dan korban berusia di bawah 18 tahun dan secara hukum belum dianggap dewasa. Bila salah satu pihak yang terlibat (atau keduanya) sudah berusia di atas 18 tahun, maka dikategorikan sebagai cyber crime atau cyber stalking , cyber harassment.

Praktik cyber bullying yang sering dilakukan melakukan antara lain dengan missed call berulang – ulang, mengirimkan email, sms berisi hinaan, ancaman, menyebarkan gosip yang tidak menyenangkan lewat sms, email, komentar di jejaring sosial.

Mencuri Identitas online untuk membuat profil palsu kemudian yang merusak nama baik seseorang. Berbagi gambar pribadi tanpa izin, menggugah informasi atau video pribadi tanpa izin, membuat blog berisi keburukan terhadap seseorang.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan cybercrime dan cyberbullying, dibuatlah payung hukum yaitu UU RI No.19 tahun 2016 .jo. UU No. 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk antara lain melindungi integritas pemerintah dan menjaga reputasi negara. Membantu negara terhindar dari kejahatan, seperti teroris, kejahatan terorganisasir, penipuan.

Meningkatkan kepercayaan pasar karena adanya kepastian hukum yang mampu melindungi kepentingan dalam berusaha. Memberikan perlindungan terhadap data yang tergolong khusus , rahasia, informasi yang bersifat pribadi, data pengadilan kriminal, dan data publik yang dianggap perlu untuk dilindungi. (humaini)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here