Rabu, 21 April 2021

Sekolah Dilarang PTM Tanpa Izin, Ganjar: Tidak Boleh Colong-colongan

SMOL.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan sekolah-sekolah di Jateng tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) tanpa izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Tidak boleh colong-colongan, pengawasan ini sulit, apalagi kalau ada yang tidak izin. Kalau yang sudah izin, bisa kita ngecek satu-satu,” katanya saat melakukan inspeksi mendadak di SMK Hidayah, Kota Semarang, Rabu, (7/4/2021).

“Nanti akan saya suruh cek, kalau banyak ya akan kami evaluasi dulu. Kalau ada yang melanggar, ya ditutup, enggak boleh lagi,” tegasnya.

Saat melakukan sidak di SMK Hidayah Banyumanik, Ganjar melihat ada sejumlah siswa. Padahal SMK Hidayah bukan salah satu sekolah yang ditunjuk untuk uji coba PTM.

Seorang guru SMK Hidayah, memberikan penjelasan terkait keberadaan siswa di sekolah itu. Menurutnya memang tidak ada PTM di SMK Hidayah. Siswa yang datang ke sekolah adalah siswa kelas 3 yang mengikuti ujian kompetensi keahlian (UKK).

Selain melihat ada sejumlah siswa, Ganjar juga mendapati beberapa guru tidak mengenakan masker.

“Hayo pakai masker, jangan berkerumun. Guru harus memberikan contoh yang baik, ini saya ingatkan,” imbau Ganjar.

“Ada tiga catatan saya pagi ini yang harus dievaluasi, kalau tidak taat prokes (protokol kesehatan), izinnya saya cabut,” tukasnya.

Ganjar mengaku sudah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk mengecek sekolah yang menghadirkan murid di sekolah, apakah untuk mengikuti PTM atau uji kompetensi keahlian bagi pelajar kelas 3 sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Evaluasi ini kita sampaikan agar semua peduli. Saya orang yang meyakini disiplin prokes dan SOP harus dimulai dari guru, bukan di murid,” katanya.

“Murid relatif lebih gampang diatur kalau diperingatkan, lha gurunya yang memperingatkan siapa… Maka saya minta sekolah harus membuat tim COVID-19. Tadi saya tanya, mereka sudah mendapatkan izin dari Dinas untuk UKK, jadi memang boleh,” tambah Ganjar.

Sekolah yang tidak ditunjuk namun ingin menggelar uji coba PTM, maka harus mengajukan izin.

Pemprov Jateng melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 di 140 sekolah mulai dari 5 sampai 16 April 2021.

Uji coba pembelajaran tatap muka dilakukan di 35 sekolah menengah pertama, 35 sekolah menengah atas, 35 sekolah menengah kejuruan, dan 35 madrasah aliah di Jawa Tengah.

Pemprov menunda pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di tingkat pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar setelah mendapat masukan dari sejumlah ahli.(lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA