Beranda News Jateng - DIY Berkat ETLE, Polisi Ungkap Mobil Bodong di Solo

Berkat ETLE, Polisi Ungkap Mobil Bodong di Solo

0
Berkat ETLE, Polisi Ungkap Mobil Bodong di Solo
Petugas Satlantas Polresta Surakarta saat mengamankan mobil Calya warna hitam nopol AD-6893-AS diduga pelat bodong di Mako 2 Satlantas Polresta Surakarta, Rabu (7-4-2021). ANTARA/HO-Satlantas Polresta Surakarta

SMOL.ID, SOLO – Mobil bodong berhasil dijaring Satuan Lalu Lintas Polre Kota Solo dari program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik. Mobil jenis Calya itu tak memiliki surat-surat yang sah.

Kepala Satlantas Polresta Surakarta Kompol Adhytia Warman Gautama Putra mengatakan, ETLE awalnya merekam pengendara mobil tanpa sabuk pengaman di kawasan simpang empat Kerten Laweyan Solo, Rabu (31/3).

Dari ETLE, terekam mobil Toyota Calya warna hitam dengan nomor polisi AD-8693-AS. Polisi mengecek pemilik mobil tersebut atas nama Enggung Marwoto, warga Munggung RT 01/RW 03 Gilingan Banjarsari Solo.

Polisi lantas mengirimkan surat tilang elektronik ke rumah alamat yang bersangkutan via pos.

Enggung Marwoto kemudian mendatangi Kantor Satlantas pada Rabu hari (7/4) guna melakukan konfirmasi bahwa dirinya tidak melanggar dan melintasi Jalan Slamet Riyadi simpang empat Kerten Laweyan itu.

“Pengemudi itu mengatakan bahwa barang bukti orang yang terpotret di dalam mobil bukan dirinya dan bukan anggota keluarganya,” kata Adhytia Warman.

Kesimpulan awal, kata dia, diduga ada penggunaan pelat nomor ganda. Selanjutnya, menginfokan kepada semua anggotanya untuk memantau apabila menemukan mobil dengan nopol tersebut untuk dihentikan.

Anggotanya saat melakukan patroli menemukan sebuah mobil dengan jenis dan nopol tersebut melintasi ruas Jalan Transito Sondakan Laweyan Solo, Rabu (7/4) sore.

Petugas lantas membututi mobil yang diduga menggunakan nopol palsu, lalu menghentikan mobil itu di Jalan Bhayangkara, depan Stadion Sriwedari Solo.

Dari hasil pemeriksaan petugas, nomor rangka dan mesin mobil Calya warna hitam yang dikemudikan Sutrisno, warga Makam Haji Kartasura Sukoharjo itu seharusnya bernopol AD-8693-US.

“Kami makin curiga karena tulisan di surat tanda nomor kendaraan (STNK) seperti diganti, bahkan pengemudi juga tidak bisa menunjukkan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB),” katanya.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Satuan Reskrim Polresta Surakarta untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Kepala Satuan Rekrim Polresta Surakarta AKP Johan Andika ketika dikonfirmasi membenarkan ada limpahan kasus tersebut dari Satlantas.

Ia mengatakan bahwa pihaknya mengamankan mobil Calya warga hitam Nopol AD-6893-US di Mapolres Surakarta untuk keperluan penyelidikan.

“Kami masih dalami lebih dahulu terkait dengan status kepemilikan kendaraan itu,” kata Johan Andika.(lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here