Rabu, 21 April 2021

Pantau Langsung Proyek Kawasan Borobudur, Hari Ini Ganjar Ganti Profesi Jadi Mandor

SMOL.ID, MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pernah berjanji akan menjadi mandor yang memantau langsung proyek penataan kawasan Borobudur. Hari ini, orang nomor satu di Jateng itupun gowes ke Magelang, turun ke lapangan melihat langsung proyek – proyek itu.

Sejumlah proyek yang dikunjungi Ganjar, antara lain proyek pengolahan sampah di Desa Tuksongo, pembangunan pusat komunikasi Desa Kembanglimus, pembangunan gerbang Palbapang, dan pengembangan desa akses budaya Mendut-Pawon di Desa Bojong.

Tak sekadar mengecek, Ganjar juga mengatasi sejumlah kendala dalam proses pembangunan itu. Seperti saat memantau pembangunan Gerbang Palbapang yang terkendal tiang listrik.

Saat itu juga Ganjar langsung meminta Asisten Ekonomi dan Pengembangan Pemprov Jateng Peni Rahayu menelpon pihak PLN dan kendala itu bisa diatasi dengan cepat. Selain tiang listrik, ada juga kendala terkait tata ruang, namun bisa diselesaikan setelah Ganjar berbicara dengan Pemkab Magelang.

“Ini konsekuensi setelah saya minta izin ke Pak Menko untuk jadi mandor, saya harus memantau secara langsung, sehingga persoalan seperti dengan PLN tadi, langsung telpon GM dan selesai. Secepat itu sebenarnya kita menyelesaikan masalah di lapangan,” ujar Ganjar.

“Maksud saya, yang pernik-pernik ini bisa cepat, kalau ada yang tersumbat harus dibolongi. Nanti yang sifatnya butuh kebijakan lebih besar, tentu kami konsultasi dengan pusat. Jadi hari ini saya menjalankan tugas mandor itu,” tambahnya.

Ganjar menjelaskan, sejumlah pekerjaan fisik di kawasan Borobudur sudah berjalan. Setidaknya ada 13 titik pekerjaan fisik yang sedang dikerjakan.

“Saya lihat progresnya bagus, sudah ada yang dibangun, ada di satu lokasi progresnya sampai enam persen. Saya minta ada laporan mingguan, sehingga bisa kami pantau,” katanya.

Selain itu ia meninjau pengolahan sampah di Borobudur yang diharapkan akan membuat kebersihan lingkungan wisata terjaga.

“Bagus tadi saya tengok, pengolahan sampahnya terpadu, kebersihan terjaga. Kalau semua sampah di Borobudur bisa ditangani dengan baik, tentu ini akan bagus,” tegasnya.

Menuru Ganjar, penataan Borobudur bukan sebatas pembangunan fisik, tapi juga meliputi kegiata, port tourism, seni, budaya, balkondes, partisipasi masyarakat dan lainnya.

“Jadi penataan ini harus menyeluruh, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata,” katanya.

Kepala Satker Permukiman Wilayah 1 Jateng Kementerian PUPR Dwiatma Singgih mengatakan progres seluruh proyek pembangunan di Borobudur sekitar tujuh persen. Pihaknya akan terus mengebut dan ditargetkan 13 titik lokasi pembangunan fisik selesai pada akhir tahun ini.

“Kami senang karena Pak Ganjar memantau secara langsung. Kami akan berupaya mempercepat pekerjaan dan beliau sudah komitmen kalau ada kendala langsung dilaporkan,” katanya.

Dwiatma menambahkan pihaknya akan berkomunikasi secara intens dengan Pemprov Jateng, khususnya Ganjar Pranowo. Setiap minggu pihaknya akan memberikan laporan progres pembangunan.

“Nanti tiap minggu akan kami laporkan progresnya, agar kalau ada hambatan bisa dicarikan solusi bersama,” katanya.(lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA