Beranda News Jateng - DIY Pemuda Diajak Menjadi Penyelenggara Pemilu

Pemuda Diajak Menjadi Penyelenggara Pemilu

0
Pemuda Diajak Menjadi Penyelenggara Pemilu

SMOL.ID – BANJARNEGARA – Anggota KPU Kabupaten Banjarnegara Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, M Syarif SW, mengajak para pemuda untuk turut berpartisipasi dalam pemilu/pemilihan sebagai penyelenggara.

Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik yang dilaksanakan Badan Kesbangpol Kabupaten Banjarnegara di aula Kecamatan Susukan, Rabu (7/4/2021).
Para peserta dalam kegiatan yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan itu sebagian besar merupakan pemuda perwakilan dari organisasi karang taruna desa di wilayah Kecamatan Susukan.

‘’Kami berharap para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa ini berperan aktif dalam tahapan pemilu maupun pemilihan ketika pada saatnya tahapan itu digelar. Selain dengan menyalurkan hak pilihnya juga dapat menjadi penyelenggara pemilu baik di tingkat kecamatan sebagai PPK, desa/kelurahan sebagai PPS dan di TPS sebagai KPPS. Selain itu juga dalam tahapan sosialisasi antara lain sebagai relawan demokrasi,’’ ujarnya.

Ketika berperan sebagai penyelenggara, pemuda sekaligus juga mampu melakukan kontrol dan pencegahan sekaligus menjamin pelaksanaan pemilu/pemilihan berkualitas.

Ditambahkan, tingkat partisipasi pemilih di wilayah Kecamatan Susukan pada Pemilu 2019 mencapai 71,6 persen. Meski hal itu belum mencapai target namun angka tersebut sudah termasuk pencapaian yang tinggi. Karena pada saat Pemilu 2019 seluruh kecamatan di Kabupaten Banjarnegara termasuk Susukan, capaian partisipasinya di atas 70 persen. Adapun di tingkat kabupaten partisipasi pemilih mencapai 76,1 persen.

‘’Beberapa daerah yang angka partisipasinya pada pemilu/pemilihan sebelumnya pada kisaran 50-70 persen, pada Pemilu 2019 seluruh kecamatan mampu di atas 70 persen. Kami berharap ke depan partisipasi ini dapat terus ditingkatkan, oleh karena itu KPU Kabupaten Banjarnegara bersama Pemkab terus melakukan pendidikan pemilih meski tidak ada tahapan pemilu/pemilihan,’’ jelasnya.

Kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik tersebut digelar Badan Kesbangpol sebagai upaya meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu/pemilihan. Terutama pada daerah dengan partisipasi rendah. (Dimas/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here