Beranda News Jateng - DIY Polres Batang Tangkap 9 Tersangka Narkoba Selama Operasi Antik

Polres Batang Tangkap 9 Tersangka Narkoba Selama Operasi Antik

0
Polres Batang Tangkap 9 Tersangka Narkoba Selama Operasi Antik
Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Edwin Louis Sengka (tengah) bersama pejabat utama sedang memperlihatkan barang bukti narkoba yang disita selama operasi Antinarkoba di halaman Kantor Polres Batang, Kamis (8-4-2021). (ANTARA/Kutnadi)

SMOL.ID, BATANG – Polres Batang membekuk sembilan tersangka narkotika dan obat berbahaya dalam operasi “Antinarkoba” yang digelar sejak 15 Maret 2021 hingga 3 April 2021. Selain mengamnan tersanya, polisi juga menyita barang bukti sabu-sabu, ganja, dan ratusan pil hexymer.

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka mengklaimm pihaknya menempati urutan pertama dalam keberhasilan mengungkap narkoba di jajaran Polda Jateng.

“Selama operasi Antik, kami mengungkap tujuh kasus tindak pidana narkotika dari target lima kasus sekaligus meringkus delapan tersangka kasus narkotika dan seorang tersangka kasus tindak pidana Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” katanya Kamis (8/4/2021).

Sembilan tersangka yang dibekuk yakni K (43), H (54), R (42), ketiganya warga Kecamatan Banyuputih, kemudian S1 (26) warga Subah dan S (41) warga Boyolali. Mereka terlibat kasus sabu-sabu.

Tiga tersangka lainnya terlibat dalam kasus ganja, yakni MY (25) dan IR (26), keduanya warga Kabupaten Kendal, dan AR (25) warga Sidoarjo, Jawa Timur.

Tersangka kasus kesehatan, kata dia, berinisial AS (33) warga Kecamatan Limpung.

Barang bukti yang disita polisi berupa sabu-sabu seberat 4,46 gram, ganja 27,10 gram, dan 775 butir pil hexymer.

PCpaian hasil operasi Antik ini melampaui target yang ditentukan oleh Polda Jateng, yaitu dua kualifikasi barang bukti minimal 1 gram untuk narkotika jenis sabu-sabu dan 5 gram jenis ganja.

Terungkapnya tindak pidana narkotika tersebut, berawal adanya informasi dari masyarakat dan giat yang dilakukan oleh aparat kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah setempat.

Pada operasi Antik ini, pihaknya menerjunkan 28 personel untuk melakukan deteksi beberapa lokasi yang dinilai rawan peredaran narkoba.

“Dari hasil deteksi tersebut, kami dapat mengungkap tindak pidana narkotika tujuh kasus dan tindak pidana Undang-Undang Kesehatan satu kasus, serta membekuk sembilan tersangka,” katanya.

Mereka akan disangkakan Pasal 112 Ayat (1) dan 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara, serta Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.(lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here