Beranda News Jateng - DIY Sikap Toleransi dan Tangkal Radikalisme Dibahas di Kalangan Sedulur Sikep

Sikap Toleransi dan Tangkal Radikalisme Dibahas di Kalangan Sedulur Sikep

0
Sikap Toleransi dan Tangkal Radikalisme Dibahas di Kalangan Sedulur Sikep
Budi Santoso yang merupakan tokoh Sedulur Sikep di Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sedang memberikan sambutan pada acara diskusi dengan tema "Membangun Toleransi Kerukunan Umat Beragama dan Kepercayaan dalam Menjaga NKRI dan Mencegah Radikalisme dan Terorisme" di Desa Larikrejo, Kamis (8-4-2021). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

SMOL.ID, KUDUS – Diskusi soal sikap toleransi dan upaya menangkal radikal dibahas di kalangan warga komunitas para pengikut Samin Suresentiko (Sedulur Sikep). Diskusi itu digelar oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus.

Diskusi dihadiri jajaran Forkompinda digelar di rumah Budi Santoso tokoh Sedulur Sikep di Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kudus.

“Kabupaten Kudus dikenal menjunjung tinggi toleransi karena iklim inilah yang membawa kita ke situasi kondusif seperti sekarang ini,” kata Kepala Kesbangpol Kudus Harso Widodo saat membuka diskusi, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, semua pihak memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga Kudus tetap kondusif sebagai salah satu upaya mendorong daerah ini makin berkembang.

Melalui dialog, dia berharap permasalahan yang timbul bisa selesai, sedangkan kebuntuan bisa dicairkan sehingga bibit intoleransi anti radikalisme bisa diantisipasi sejak dini.

Negara, melindungi dan mengakomodasi hak masyarakat, masing-masing dapat menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan.

“Pemerintah juga berupaya menumbuhkan sikap saling hormat-menghormati dan mari bersinergi menuju Kudus modern, religius, cerdas, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Budi Santoso yang juga dianggap sebagai tokoh penghayat kepercayaan mengaku senang ada kegiatan diskusi yang membahas soal toleransi kerukunan umat beragama dan kepercayaan dalam menjaga NKRI dan mencegah radikalisme maupun terorisme.

“Semuanya itu, tentu demi kepentingan berbangsa dan bernegara demi keutuhan NKRI dengan semboyan NKRI harga mati dan Pancasila tetap jaya,” ujarnya.

Ia menegaskan pengahayat kepercayaan sangat cinta NKRI sehingga adanya gerakan radikal yang ingin mengubah dasar negara menjadi keprihatinan bersama.

Dengan adanya diskusi yang digelar di Desa Larikrejo, dia menilai tepat karena ikut memberikan wawasan kebangsaan hingga lapisan bawah.

“Warga Sedulur Sikep sendiri dipastikan selalu menjaga kerukunan antarumat beragama,” katanya.

Hingga kini, belum ada warga Sedulur Sikep yang berkonflik dengan masyarakat lain karena selalu memegang ajaran dari para leluhur untuk selalu membangun kerukunan.(lin/smol//ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here