Rabu, 21 April 2021

Tak Ada Anggaran Pemeliharaan, 20 EWS Bencana di Gunungkidul Rusak

SMOL.ID, GUNUNGKIDUL – Setidaknya 20 alat early warning system (EWS) atau sistem peringkatan bencana yang dipasang di sejumlah lokasi rawan bencana di Gunungkidul diketahui rusak. Tidak ada anggaran untuk memperbaiki sehingga EWS itu mangkrak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul EWS yang rusak itu dipasang di titik potensi longsor. Tapi kondisinya rusak dan berfungsi. Hal itu terjadi karena tidak ada anggaran pemeliharaan dan perawatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edy Basuki, mengatakan ada 30 EWS yang dipasang di lokasi-lokasi potensi longsor dan 7+1 EWS tsunami.

“Dari 30 EWS longsor yang dipasang, sekarang tinggal 10 EWS longsor yang masih berfungi dan aktif. Kemudian dari tujuh EWS tsunami, hanya satu EWS tsunami yang masih aktif,” katanya.

Menurut Edy, pngelolaan dan pengawasan EWS sudah diserahkan ke pemerintah desa. Namun desa tidak melakukan perbaikan dan pemeliharaan karena keterbatasan anggaran atau APBDes belum mengalokasikan untuk kebencanaan.

Sedangkan EWS tsunami masih menjadi kewenangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“BPBD Gunungkidul tidak menganggarkan pemeliharaan dan perbaikan EWS karena sudah diserahkan ke desa,” katanya.

Untuk itu, pihaknya baru bisa melaporkan kerusakan EWS ke pemerintah pusat dan provinsi. Harapannya, ada bantuan dana yang dikucurkan untuk perbaikan.

“Namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya,” katanya.

Sebagai alternatif, BPBD Gunungkidul memilih meningkatkan kapasitas mitigasi bencana baik di masyarakat ataupun infrastruktur pendukung. Khususnya di kawasan pantai.

Selain itu, BPBD melakukan penguatan fisik dilakukan dengan memperkuat jaringan internet serta menambah fasilitas pengeras suara. Hal itu terutama dilakukan di kawasan Pantai Kukup, Baron, dan Krakal.

Menurutnya pengeras suara sangat berguna untuk memberikan peringatan dini bagi warga. Sedangkan jaringan internet akan mempermudah warga mendapatkan info terkini mengenai potensi kebencanaan.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Pariwisata hingga SAR untuk penguatan tersebut,” pungkas Edy. (lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA