Kamis, 13 Mei 2021

RSUP Dr Sardjito Kembangkan Terapi Stem Cell dari Tali Pusat Bayi untuk Pasien Covid-19

SMOL.ID, YOGYAKARTA – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta bersama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM berhasil mengembangkan terapi pasien COVID-19 dengan menerapkan penggunaan sel punca atau stem cell pada pasien COVID-19 derajat berat.

“Pemberian stem cell pada pasien COVID-19 derajat berat di RSUP Dr. Sardjito ini telah mendapat izin dari BPOM serta telah masuk dalam standar terapi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan,” kata Koordinator Tim Stem Cell RSUP Dr. Sardjito dr Rusdi Ghozali di Yogyakarta, Jumat (16/4/2021).

Menurut Rusdi, injeksi stem cell pertama pada pasien COVID-19 di RSUP Dr. Sardjito dilaksanakan pada 29 Januari 2020 pada pasien laki-laki berusia 63 tahun. Pasca injeksi stem cell, pasien menunjukkan perbaikan yang menggembirakan, dan hasil pemeriksaan rontgen dada (chest x-ray) satu minggu pascaterapi stem cell juga menunjukkan perbaikan yang signifikan pada kondisi paru pasien.

“Hasil tersebut semakin mendorong Tim Stem Cell RSUP Dr. Sardjito untuk mengembangkan penelitian stem cell pada COVID-19 ini dalam bentuk uji klinik,” ungkapnya.

Uji klinik dengan judul Efikasi dan Keamanan Terapi Sel Punca Mesenkimal Asal Tali Pusat Pada Pasien COVID-19 Derajat Berat ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo, P.Far.K, Sp.FK(K), Sp.S(K), dengan anggota dr. Sumardi, Sp.PD-KP, DR. dr. Sudadi, Sp.An, KNA, KAR, dr. Jarir At Thobari, DPharm, PhD, serta dr. E. Henny Herningtyas Sp.PK(K), PhD.

Berikutnya, dr. Rusdy Ghazali Malueka, PhD, Sp.S(K), dr. Ika Trisnawati Sp.PD-KP, M.Sc, dr Nur Rahmi Ananda, Sp.PD-KP, dengan melibatkan juga dokter lintas disiplin di RSUP Dr. Sardjito.

Hingga saat ini, penelitian tersebut telah merekrut sembilan pasien dengan hasil yang masih dalam tahap evaluasi.

Penelitian tersebut, menggunakan metode Uji Klinik Acak Buta Ganda Terkontrol (Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial), yang merupakan standar tertinggi untuk penelitian obat pada manusia.

“Stem cell yang digunakan berasal dari tali pusat bayi yang didonorkan,” jelasnya.

Tali pusat tersebut diolah, diambil stem cell di dalamnya dan dikembangkan oleh lab mitra RSUP Dr. Sardjito, yaitu Lab Regenic milik PT Bifarma Adiluhung yang berada di Jakarta.

Pemrosesan stem cell ini telah mengikuti standar pembuatan obat yang baik (Good Manufacturing Practice/GMP) sesuai standar BPOM.

Stem cell yang berasal dari tali pusat, terkenal memiliki keunggulan karena jarang menimbulkan reaksi alergi, selain memiliki kemampuan yang baik dalam mengontrol peradangan di tubuh dan memperbaiki kerusakan sel.

“Kemampuan stem cell dalam mengontrol peradangan dan memperbaiki kerusakan sel paru ini yang diduga berperan dalam pengobatan stem cell pada pasien COVID-19,”jelasnya lagi.

Pada penelitian di RSUP Dr. Sardjito, stem cell diberikan menggunakan jalur infus intravena (IV) dengan dosis 1 juta sel per kilogram berat badan. Stem cell diberikan sebanyak tiga kali dengan rentang tiga hari antarpemberian.

Setelah mendapatkan terapi, pasien akan dilakukan pemeriksaan secara lengkap pada hari ke-15 dan hari ke-22 pascapemberian untuk menilai efektivitas dan keamanan, serta hari ke-29 hingga hari ke-91 untuk menilai ada tidaknya efek samping jangka panjang.

“Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik FKKMK UGM dan BPOM Indonesia,” tuturnya.

Ia mengatakan penelitian ini mendapat bantuan pendanaan dari Kemenristek/BRIN dan LPDP melalui Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, serta dari PT Bifarma Adiluhung, sehingga dalam pelaksanaannya tidak lagi membebankan biaya apapun pada pasien.

“Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu peran RSUP Dr. Sardjito sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan COVID-19,” ujar Rusdi.

Penelitian itu, diharapkan selesai pada September 2021 serta dapat menunjukkan hasil yang baik, sehingga stem cell dapat diterapkan secara rutin pada pasien COVID-19.

“Dengan adanya layanan sel punca di RSUP Dr. Sardjito, diharapkan dapat membantu penanganan pasien COVID-19 dengan menurunkan angka kematian dan meningkatkan kemampuan fungsi paru bagi penyintas COVID-19,” katanya..(lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA