Kamis, 13 Mei 2021

Kampung Batik Kauman Solo Mulai Menggeliat

SMOL.ID, SOLO – Kampung Batik Kauman Solo mulai menggeliat seiring dengan menurunnya kasus positif COVID-19. Sedikit demi sedikit sudah ada pengunjung yang datang ke kampung itu.

Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Gunawan Setiawan mengatakan pandemi yang sudah berlangsung setahun lebih memberikan dampak pada merosotnya angka kunjungan ke kampung batik. Otomatis merosot pula pendapatan dari penjualan batik.

“Selama pandemi kan kegiatan di Kampung Kauman ini hampir tidak ada. Paling tamu offline’ saja seminggu sekali satu orang, dua orang, itu pun orang Solo. Kalau sekarang mulai banyak seperti masyarakat yang bersepeda sekalian mampir,” kata di Solo, Minggu (18/4/2021).

Saat awal pandemi, warga Kampung Batik sengaja menolak kedatangan tamu, karena takut ada yang membawa virus. Bahkan, ada orang masuk hanya untuk foto pun dipersilakan pergi.

“Biasanya kan anak-anak muda berfoto di sini, itu sampai disuruh pulang sama warga karena mereka takut COVID-19. Padahal sebetulnya kedatangan masyarakat yang beberapa di antaranya cuma foto-foto ini sudah jadi ajang promosi gratis bagi kami,” katanya.

Tak pelak, selama pandemi COVID-19 terjadi penurunan angka penjualan hingga 80 persen dibandingkan pada kondisi normal. Pendapatan yang turun drastis dirasakan semua perajin batik.

Namun, pelan-pelan kondisi berangsur memabik. Isu positif positif terkait kondisi perekonomian khususnya di Kota Solo membuat kampung batik mulai terbuka.

“Kemarin kan sempat ada kabar kalau CFD (hari bebas kendaraan bermotor) akan dibuka lagi, meskipun belum jadi tetapi ternyata ini membawa angin segar bagi kami. Masyarakat menjadi tidak khawatir untuk datang dan berbelanja,” katanya.

Kampunng batik Kauman tetap membuka akses wisastawan untuk masuk dan menyaksikan langung proses pembuatan batik. Menurutnya,
perajin batik di Kauman rata-rata tulis dan cap. Biasanya pembeli akan lebih puas jika langsung datang untuk melihat produk skealigus proses membatik.

“Kebanyakan di sini kan batik tulis, batik cap, sebagian dengan pewarna alam. Jadi ada cerita di batik itu sehingga penjual dan pembeli harus ketemu untuk menjelaskan. Pembeli juga harus datang dan menyentuh produknya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Wali Kota Surakarta yang baru Gibran Rakabuming Raka dalam rangka menggenjot pemulihan ekonomi di Kota Solo. Bahkan, dikatakannya, para tamu pusat yang akhir-akhir ini datang untuk mengunjungi Gibran juga berdampak positif bagi Kampung Batik Kauman.

“Baru satu dua bulan ini ada kunjungan termasuk agenda rapat-rapat dari pusat. Menteri-menteri datang itu juga bagus,” katanya.(lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA