Kamis, 13 Mei 2021

Penerima BST Turun 5.000-an, Banyak yang Protes ke Dinsos

SMOL.ID – KARANGANYAR – BST (bantuan sosial tunai) sebesar Rp 600.000 kembali dibagikan untuk jatah Maret dan April. Pembagian ada yang langsung di kantor pos, di kantor kecamatan dan adapun petugas kantor pos yang datang jemput bola.

Penerima bulan ini sekitar 17.573 orang turun 5.000 orang dari bulan Februari saat dibagikan sebesar 22.421 orang KPM (Kelompok Penerima Manfaat). Ada penurunan 5.000-an penerima, dikarenakan banyak data yang double, salah data dan kriteria sehingga tidak diambil.

‘’Data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil belum pada dengan data yang di Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) yang ada di Kemensos sehingga banyak data yang salah dan ganda sehingga penerima bulan berikutnya mesti terkoreksi,’’ kata Sigit Sutendi Kepala Kantor Pos Karanganyar, Selasa (20/4).

Kebanyakan NIK (Nomor Induk Kependudukan)-nya tidak sesuai, ganda dan sebagainya. Termasuk yang tidak mengambil manfaat jika tiga bulan berturut-turut tidak diambil otomatis data akan hilang dan digantikan penerima manfaat lain yang ada di bawahnya.

Saat dimintai konfirmasi Kadinsos Waluyo Dwi Basuki membenarkan memang ada penurunan. Namun sudak dikoreksi lagi ada tambahan 3.000-an penerima BTS. Namun penerima tambahan itu belum tahu uang tersebut turun kapan.

Dia mengakui banyak yang protes ke Dinsos soal pencoretan tersebut. Namun pihaknya tidak tahu penyebabnya kenapa dicoret. Memang semuanya kembali ke Kemensos soal pemilahan ajuan data tersebut sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak saat mereka ada yang memprotes.

‘’Saya juga tidak tahu apakah ini yang terakhir untuk pemberian BST ini, apa berlanjut, semua kembali ke wewenangnya Kemensos. Pertama infonya hanya sampai April 2021, namun ada yang bilang sampai akhir tahun,”

‘’Kita tunggu saja nanti jika keluar lagi ya alhamdulillah kalau berhenti ya disyukuri sebab Kemensos pasti memiliki alasan sendiri. Awalnya dulu penerima adalah para terdampak covid, jadi bukan DTSK (Data Terrpadu Kesejahteraan Sosial),”

Untuk bansos DTSK ada sendiri, dan ini pun datanya terus dikoreksi sehingga menurun dari jumlah awal. Ini pasti akan menimbulkan banyak protes karena banyak tercoret. Namun sekali lagi, bukan Dinsos yang memilah data karena semua wewenang Kemensos. Bansos senilai Rp 200.000 yang diwujudkan sembako setiap bulan.(joko dh/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA