Kamis, 13 Mei 2021

Solo Larang Warga Nyalakan Petasan, Nekat Bakal Dibina

SMOL.ID, SOLO – Warga Solo dilarang menyalakan petasan saat Ramadhan, dengan alasan kondisi masih pandemi covid-19. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta pun menindak tegas warga yang kedapatan menyalakan petasan itu.

“Mengenai petasan, beberapa kemarin kami amankan, ada 27 anak yang kami amankan untuk kemudian dilakukan pembinaan, orang tua juga dipanggil,” kata Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan di Solo, Senin kemarin.

Anak-anak yang diamankan tersebut bertempat tinggal di beberapa daerah, di antaranya Karangasem, Mojosongo, dan Gandekan.
Mereka menyalakan petasan hasil rakitan sendiri, karena di Solo sudah tidak ada lagi pedagang menjual petasan.

Pihaknya terus menggelar razia petasan ke ejumlah pedagang di Solo.

“Namun dari hasil penyisiran ini kebanyakan jualnya kembang api. Meski demikian patroli linmas terus kami tingkatkan,” katanya.

Arif mengatakan, pihaknya sering menerima keluhan masyarakat terkait aktivitas menyalakan petasan. Semua laporan ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi petasan dinyalakan asalkan laporan disertai bukti foto atau video.

Sementara itu, penertiban juga dilakukan kepada pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) yang biasanya mendatangi pembagian takjil dan sedekah selama bulan Ramadhan.

“Biasanya mereka datang di sepuluh hari kedua bulan Ramadhan, rombongan dari luar kota ini masuk ke Kota Solo. Kami sudah melakukan antisipasi di rumah-rumah kos untuk jangan sampai diinapi para pemburu ini,” katanya.

Untuk kelompok POGT ini dalam setiap penertiban diamankan sekitar 10-20 orang dalam satu harinya. Terkait dengan sedekah tersebut, pihaknya meminta agar disalurkan melalui lembaga resmi, seperti Lazis.(lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA