Rabu, 23 Juni 2021

Ramadhan dan Peristiwa-peristiwa Bersejarah (7)

Oleh: Ahmad Rofiq*)

SMOL.ID – Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan, pahala amalan yang baik dilipatgandakan, pintu surga dibuka dilipatgandakan, pintu neraka ditutup rapat, syetan dibelenggu.

Karena itu, para Ulama mengatakan: “Barang siapa bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, haram baginya sentuhan neraka”.

Meminjam Bahasa Gus Baha’ (KH. Bahauddin Nursalim) mengutip kitab Ihya’ ‘Ulumiddin “sesungguhnya salah satu cara terpilihnya umatku adalah orang yang tertawa karena meyakini keluasan kasih sayang Allah, namun yang menangis di hadapan-Nya, karena ingin mendekatkan diri kepada-Nya”.

Keistimewaan yang paling penting pada bulan Ramadhan adalah diturunkannya Al-Qur’an di malam 25 (Wahbah Az-Zuhaily, 3/1625), setelah itu terjadi peristiwa-peristiwa sejarah yang besar.

Ini menunjukkan bahwa Islam telah menentukan sesuatu dengan kadarnya. Syiarnya puasa adalah kekuatan, jihad, dan amal perbuatan. Masih menurut Az-Zuhaily, setidaknya ada 9 (Sembilan) peristiwa bersejarah dalam bulan Ramadhan.

Pertama, adalah peperangan Badr Kubro. Disebut sebagai hari terpisah (al-furqan) karena Allah memisahkan antara yang haq dan yang bail, dan Islam memenanginya. Dirumuskan nilai-nilai luhur dalam tauhid (ke-Esaan Allah) pemikiran, kehidupan yang setara, dan akhlak yang benar, terusirnya kemusyrikan dan berhala. Perang Badar tersebut terjadi pada hari Jumat, tujuh belas Ramadhan tahun kedua Hijriyah.

Allah berfirman: “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS. Ali ‘Imran (3): 123). Ibnu ‘Abbas berkata: “Perang Badar itu terjadi hari Jumat, 17 Ramadhan, di dalamnya terbunuh Fir’aun-nya umat, yakni Abu Jahal, musuh terbesar Islam” (Ibid., h. 1726).

Kedua, ditaklukkannya Makkah (fathu Makkah). Disebut juga al-fathu l-akbar (penaklukan besar) (QS. Al-Fath (48): 1). Terjadi hari Jumat, 20/21 Ramadhan tahun ke-8 H. Sempurna juga pecah dan hilangnya berhala-berhala dari seputar Ka’bah. Pada tahun ke-5 H, kaum Muslim bersiap perang Khandzaq (parit) bulan Syawal tahun itu.

Ketiga, terjadi perang Tabuk, Ramadhan tahun ke-9 H. Juga terjasi perang Qadisiyah, Perang Buwaib – yang disebut sebagai Para sejarawan Islam mengatakan telah tewas dalam pertempuran tersebut atau karena tenggelam dari pihak pasukan Persia sekitar 100 ribu tentara. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

Kaum muslimin meraih kemenangan telak atas pasukan Persia. Mereka memperoleh harta rampasan perang yang sangat banyak. Sejumlah besar tokoh dan pasukan Islam juga gugur dalam perang Buwaib tersebut. Kemenangan perang Buwaib merupakan pembalasan atas kekalahan pasukan Islam dalam perang Jisr — dan ditaklukkannya Rodes.  

Keempat, tersebarnya Islam ke Yaman, tahun ke-10 H. Nabi saw mengirim ‘Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin ke Yaman dan membawa kitab untuk mereka.

Kelima, Khalid bin Al-Walid menghancurkan berhala-berhala di Ka’bah di lima hari tersisa Ramadhan tahun ke-8 H.

Keenam, pada tahun ke-9 H, rombongan budaya dari Thaif mendatangi Rasulullah saw untuk menyatakan diri masuk Islam, dan mereka menghancurkan Al-Laata berhala yang menjadi sesembahan mereka.

Ketujuh, pada pagi hari Jumat, 25 Ramadhan 479 H, terjadi peristiwa Az-Zallaqah, tentara Islam Murabithun di Andalus di bawah pimpinan Yusuf bin Tasyfin mengalahkan tentara Prancis sebanyak 80.000 orang.

Kedelapan, peristiwa ‘Ain Jalut yang terjadi pada pagi hari Jumat, 15 Ramadhan 658 H/3 September 1260 M. 

Kedelapan, ditaklukannya Andalus, Eropa. Ini terjadi pada 28 Ramadhan 92 H bertepatan dengan 19 Juli 711 M di bawah panglima Thariq bin Ziyad. Pada bulan Ramadhan juga, berakhir peperangan Salib (Wahbah Az-Zuhaily, 3/1728).

Kutipan-kutipan di atas menunjukkan banyak peristiwa-peristiwa bersejarah yang besar dan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia terjadi pada bulan Ramadhan.

Bahkan ini bisa dimasukkan pada Kesembilan, yakni kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Hari ini tanggal 9 Ramadhan bertepatan 9 Ramadhan 1364 H merupakan kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 adalah momentum yang patut disyukuri 76 tahun (Miladiyah) dan 78 tahun (Qamariyah) Indonesia merdeka. 

Semoga kita dapat mengambil pelajaran berharga dalam Ramadhan, banyak sekali Allah melimpahkan keberkahaannya. Yang terpenting adalah, diturunkannya Al-Qur’an untuk menjadi panduan hidup manusia guna meraih kehidupan dunia yang sukses dan Bahagia, dan di akhirat sejahtera. Allah a’lam bi sh-shawab. (aa/smol)

*)Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA, Guru Besar Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua II Bidang Pendidikan YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Ketua Bidang Pendidikan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Anggota Dewan Pakar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Tengah, alumnus Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, Anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat, dan Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA