Selasa, 22 Juni 2021

Satgas Covid Kulon Progo Temukan Klaster Sangon di Kokap

SMOL.ID, KULON PROGO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan adanya Klaster Sangon di Desa Hargomulyo dan Kalirejo, Kecamatan Kokap, di mana puluhan warga terkonfirmasi positif COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati mengatakan 1 Mei Puskesmas mendapat laporan ada beberapa masyarakat di Sangon bergejala.

“Dari 1 Mei sampai hari ini, kami sudah melakukan tracing kepada 90 orang dan hasilnya, 40 pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Dari 40 positif tersebut dari 32 test PCR dan antigen delapan orang,” kata Baning di Kulon Progo, Selasa.

Di wilayah tersebut ada dua orang yang meninggal dunia. Namun belum diketahui penyebabnya, karena belum diswab. Saat ini
masih ada dua orang yang diisolasi di rumah sakit.

Kemudian, dari hasil tracing lanjutan diketahui 24 orang yang positif. Selain itu, pihaknya sudah mengirim kembali 46 sempel test PCR ke Balai Besar Veteriner Wates untuk diuji laboratorium.

“Klaster Sangon ini terdiri dari dua wilayah, yakni Dusun Sangon yang masuk Desa Kalirejo, dan Dusun Kadigunung dan Tapen, Desa Hargomulyo,” katanya.

Adapun rincian penyebaran pasien positif COVID-19 dari Klaster Sangon, yakni 26 kasus di Sangon, 13 kasus di Kadigunung, dan satu kasus di Tapen. Dari Klaster Sangon ini, yang bergejala hanya delapan orang.

“Awalnya, warga melakukan rapid antigen mandiri, dan hasilnya positif. Kemudian lapor ke puskesmas, dan kami langsung tidak lanjuti dengan melakukan tracing. Berdasarkan tracing, kontak mayoritas di mushalla,” katanya.

Menurut Baning Satgas COVID-19 Desa Kalirego dan Hargomulyo, Kecamatan Kokap sudah bergerak cepat dengan melakukan tracing dan pengawasan isolasi mandiri. Namun ada warga yang tidak mau diswab dengan alasan hasil rapid antigen mereka negatif.

“Hal ini yang perlu diluruskan bahwa hasil rapid antigen negatif karena kontak harus dilakukan tes PCR. Kami masih melakukan pendekatan kepada masyarakat tersebut, dan pengawasan dalam isolasi mandiri,” kata Baning.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hari ini ada penambahan 48 kasus, 24 kasus diantaranya dari Klaster Sangon. Sehingga total kasus di wilayah ini mencapai 5.358 kasus dengan rincian 34 isolasi rumah sakit, 570 isolasi mandiri, 4.123 selesai isolasi, 531 sembuh dan 100 meninggal dunia.(lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA