Minggu, 25 Juli 2021

Di Perbatasan Bantul Ratusan Pemudik Terjaring Razia

SMOL.ID – BANTUL – Guna menjaga keamanan dan kenyamanan dari penyebaran virus jahat Covid-19, ratusan mobil pemudik dijaring oleh tim gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polres, dan Kodim 029 Kabupaten Bantul.

Tercatat ada 179 kendaraan roda empat dari luar kota, terjaring razia pengetatan yang dilakukan oleh Pemkab Bantul.

Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suhariyanta mengatakan, pada H-2 Lebaran atau Selasa (11/5) penyekatan pemudik dilakukan di tiga lokasi yakni Jalan Srandakan (pos Srandakan, Jalan Jogja-Wates tepat di Kelangon Sedayu (pos Kelangon) dan di Jalan Jogja-Wonosari tepatnya di Piyungan (pos Piyungan).‎

Dalam penyekatan di pos Srandakan, terdapat 37 kendaraan roda empat yang diberhentikan dan didominasi kendaraan roda empat berplat nomor luar DIY, namun karena pengendaranya adalah warga lokal sehingga tidak dilakukan putar balik. Kebetulan sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Bantul, KH Abdul Halim Muslih beserta rombongan juga meninjau pos pemantaun di perbatasan Bantul.

Sedangkan penyekatan di pos Piyungan terdapat kendaraan roda empat sebanyak 35 kendaraan yang dihentikan yang semuanya berplat nomor polisi luar DIY dan satu kendaraan roda empat yang harus dipaksa putar balik, karena tidak bisa menunjukkan surat perjalanan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.

Sementara di pos Kelangon sebanyak 123 kendaraan roda empat, enam diantaranya dipaksa putar balik karena tidak bisa menunjukkan surat-surat yang sudah ditentukan. ”Sementara plat nomor polisi luar DIY, namun karena sopirnya dan penumpangnya warga lokal bisa meneruskan perjanan,” katanya, kemarin petang (13/5).

Menurut Aris, jumlah kendaraan roda empat yang melintas di tiga posko penyekatan di Bantul mendekati hari Lebaran jumlahya mengalami peningkatan, terutama kendaraan roda empat dengan plat nomor luar kota. Namun, mereka tidak bisa dikategorikan pemudik, karena sopir dan penumpangnya warga Yogyakarta.

Sementara pengemudi yang ber KTP luar DIY dan kendaraan berplat nomor luar DIY kebanyakan adalah karyawan perusahaan yang masih bekerja dan dilengkapi surat keterangan dari perusahaan, sehingga bukan kategori pemudik.

”Banyak kendaraan berplat nomor luar DIY, tapi warga Yogyakarta tidak kami rasia. Karena mereka karyawan perusahaan yang kebetulan tinggal dan bekerja untuk wilayah DIY dan sekitarnya, sehingga kami bebaskan,” katanya. ”Satu lagi, mereka juga membawa surat keterangan dari perusahaan,” imbuhnya.

Terkait dengan adanya puluhan pemudik yang lolos dengan menggunakan jalan tikus, Aris mengatakan, hal tersebut sangat mungkin terjadi karena banyak jalan masuk menuju Bantul dan pos penyekatan hanya ada di tiga titik. Disisi lain pemudik yang sudah tiba di Bantul dimungkinkan sudah mudik sebelum tanggal 6 Mei 2021 saat penyekatan belum dilaksanakan.

Kondisi demikian ini, lanjut dia, menjadi tugas dari Satgas Covid-19 tingkat kalurahan, Padukuhan untuk memastikan pemudik tersebut menjalani isolasi mandiri selama lima hari setelah menjalani uji swab PCR atau antigen untuk memastikan bebas dari Covid-19.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan, bagi pemudik yang nekat pulang kampung harus menjalani isolasi mandiri selama lima hari dan diakhiri dengan uji swab antigen atau PCR untuk memastikan bebas dari Covid-19.

”Jika tidak bersedia menjalani uji swab antigen atau PCR, maka masa karantina diperpanjang hingga 14 hari. Biaya isolasi atau karantina serta uji swab antigen atau swab PCR ditanggung oleh pemudik bukan pemerintah,” katanya. (Rangga Permana/aa/smol)

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA