Selasa, 22 Juni 2021

Pasca Libur Lebaran, Satgas Covid Harus Siaga Penuh

SMOL.ID – YOGYAKARTA – Usai masyarakat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijrah, semua pihak terutama petugas kesehatan, relawan dan Satgas Covid-19 harus bekerja ekstra ketat untuk memantau adanya warga yang terkena virus jahatr Cpvid-19. Hal ini harus dilakukan, agar penyebaran virus jahat tidak terjadi di masyarakat.

Untuk memantau sekaligus mencegah penyebaran virus tersebut, maka semua pihak harus faham dengan tugas dan posisinya saat diperlukan. Termasuk dalam hal ini koordinasi admimistrasi anggaran. Jangan sampai kondisi lapangan penanganan terhambat oleh administrasi anggaran yang rumit sebagaimana beberapa waktu lalu.

Namun masyarakat dimohon juga sadar terhadap kondisi yang ada, jangan berkerumun atau melanggar protokol kesehatan. Karena, menurut Huda Tri Yudiana, Wakil Ketua DPRD DIY dari Fraksi PKS, akan membahayakan keselamatan bersama.

”Kalau tahu tempat wisata ramai jangan dimasuki, wisata dari kendaraan atau online lebih aman,” ujar Huda Tri Yudiana di DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, siang tadi (17/5) menyikapi soal kerumunan massa atau ‘mbludak’-nya wisatawan selama libur Lebaran yang ‘menyerbu’ berbagai objek wisata yang ada di Yogyakarta.

Berkaitan dengan itu, Huda, sapaan akrab Huda Tri Yudiana, sangat mengapresiasi rekan-rekan Satgas Covid yang tetap waspada dan siaga menghadapi liburan Lebaran kali ini. Di saat warga lain sedang menikmati liburan bersama keluarga, sebaliknya rekan-rekan Satgas dan aparat berada di lapangan menjaga disiplin protokol kesehatan di tempat tempat umum dan tempat wisata yang rawan terjadi kerumunan.

”Saya sendiri memantau di pelosok-pelosok desa maupun di jalanan kota secara umum masyarakat sadar protokol kesehatan. Kegiatan silaturahim ‘door to door’ sebagian besar digantikan dengan ikrar syawalan setelah shalat Iedul Fitri, pertemuan trah yang biasanya massif juga banyak berkurang karena lebih memilih silahturahmi secara online,” katanya.

Selama dua hari Lebaran berbagai ruas jalan di Yogyakarta, relatif sepi. Tetapi pada sisi lain di tempat-tempat wisata tertentu masih terjadi kerumunan besar dan pelanggaran protokol kesehatan, sebagaimana dilaporkan Satpol PP DIY yang menyatakan ada ratusan pelanggaran prokes di tempat-tempat wisata seperti pantai selatan dan Malioboro dengan kumulatif warga mencapai puluhan ribu sejak lebaran.

Kondisi ini cukup mengkhawatirkan, karena trend setiap habis libur panjang selalu terjadi kenaikan kasus yang signifikan. ”Kita berharap tidak ada kenaikan kasus setelah ini, tetapi persiapan berbagai kemungkinan terburuk harus tetap dilakukan.”

”Jangan sampai jika terjadi lonjakan kasus sistem kesehatan kita tidak mampu menampung pasien sebagaimana pernah terjadi awal tahun ini, dimana ratusan warga kesulitan mengakses RS,” imbuh Huda dari Fraksi PKS DIY.

Ia minta agar persiapan untuk menaikkan kapasitas RS dilakukan sejak dini, dari sisi anggaran, SDM, koorsdinasi, APD, sistem dan semua yang diperlukan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan segera bisa ambil langkah cepat.

”Shelter-shelter isolasi berbasis desa maupun yang dikelola pemda juga perlu disiapkan, karena sebagian besar warga yang terkena Corona tidak perlu dirawat di RS, cukup dipisahkan dengan warga lain yang sehat dengan shelter isolasi atau isolasi mandiri.”

Dengan demikian, jika ada yang memerlukan rumah sakit bisa terlayani dengan baik karena RS tidak terlalu penuh dengan pasien yang bisa ditangani di luar RS. Hal ini penting dilakukan untuk persiapan ini, adalah koordinasi dengan semua elemen Satgas, dari Pemda DIY, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa hingga Dusun. (Rangga Permana/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA