Selasa, 22 Juni 2021

Ternyata Ini yang Membuat Klenteng Sam Poo Kong Viral

Petugas sedang mendatangi lokasi empat lilin raksasa yang terbakar. (aa)

SMOL.ID – SEMARANG – Ternyata ini yang membuat Klenteng Agung Sam Poo Kong di Gedung Batu Semarang, Senin (17/5/21) pagi sekitar pukul 09.00 WIB viral di medsos.

Chandra Budi Atmaja, Ketua Yayasan Klenteng Agung Sam Poo Kong

Chandra Budi Atmaja (64), Ketua Yayasan Klenteng Agung Sam Poo Kong kepada smol.id menyatakan bahwa klenteng yang dikelolanya sempat viral di medsos akibat kobaran api dan asap hitam tebal yang membubung tinggi terlihat dari jalan raya Gedung Batu Semarang.

Padahal, menurut dia, yang terbakar adalah tempat empat lilin raksasa berdiameter sekitar 1 meter.

“Empat lilin raksasa itu berada di luar pagar gedung utama tempat pemujaan umat. Empat lilin raksasa itu sengaja dinyalakan sejak malam perayaan Imlek 2572 yang jatuh pada 12 Februari 2021 silam,” jelasnya.

Keempat lilin raksasa itu, lanjut Chandra, diperkirakan tetap menyala hingga perayaan Imlek 2573 atau tahun 2022 mendatang.

Sejak 12 Februari 2021 hingga Senin (17/5/21) dini hari, lelehan bahan lilin yang jatuh ke bawah, ikut terbakar. Diperkirakan karena terkena hembusan angin. Bahan lilin selain damar juga ada bahan lain yang mengandung minyak.

“Senin pagi, sekitar pukul 06.30 petugas keamanan klenteng yang sedang tugas jaga, sudah berusaha memadamkan api di lokasi keempat lilin raksasa itu.”

Namun hingga pukul 07.00 kobaran api semakin membesar.

“Seluruh APAR yang ada di kompleks klenteng sudah dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Kebetulan pukul 06.50 adalah saat aplusan petugas keamanan jaga klenteng. Grup kami kerja shif dengan grup lain,” kata Muji B, petugas keamanan klenteng kepada smol.id.

Namun meski seluruh APAR klenteng sudah dikerahkan, api tak kunjung padam. Bahkan saat diguyur air biasa, kobaran semakin menjadi.

“Akhirnya kami telepon petugas Damkar. Satu mobil damkar yang berisi 3000 liter air datang. Tak berapa lama kemudian api berhasil dipadamkan,” jelas Muji B, petugas sekuriti kompleks Klenteng Agung Sam Poo Kong.

“Tak ada korban jiwa,” lanjut Chandra.
Pihaknya mengaku sudah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk itulah kami tempatkan empat lilin raksasa berada di luar bangunan atau gedung utama pemujaan. Tujuannya ya itu agar jika terjadi apa-apa (kebakaran-red), tidak merembet ke mana-mana dan bisa segera dipadamkan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Klenteng Agung Sam Poo Kong dikabarkan terbakar, Senin (17/5/21) sekitar pukul 07.00 – 09.00 WIB. Dari video yang diunggah warga, api disertai asap hitam pekat membubung tinggi hingga bisa dilihat dari jalan raya.

Saat itu, warga sekitar tahunya yang terbakar adalah salah satu gedung tempat pemujaan dewa yang berada di sebelah barat patung raksasa Laksamana Ceng (Zenghe Admiral).

Namun setelah pihak pengelola menjelaskan, masyarakat menjadi tahu yang terbakar adalah tempat lilin raksasa yang berada di luar gedung atau bangunan klenteng.

Sebagaimana diketahui, meski di musim Pandemi Covid, Klenteng Agung Sam Poo Kong yang terletak di Jl Simongan No 129, Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, itu tetap jadi daya tarik wisatawan manca dan domestik selain objek wisata lain di Kota Semarang. (aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA