Selasa, 22 Juni 2021

Kuliah Subuh Ustaz Das’ad Latif di Tenda “ Arafah” Masjid At Tabayyun

Catatan: Ilham Bintang

SMOL.ID – Membangun masjid adalah sebaik-baik amal jariyah manusia. Pahalanya tidak akan berhenti mengalir di akhirat nanti. Balasan yang dijanjikan Tuhan bagi orang yang membangun masjid akan dibangunkan istana megah di surga. Bukan hanya satu dua orang, tetapi semua yang terlibat mewujudkan masjid itu. Mulai dari pejabat yang menyediakan lahan, yang membiayai pembangunannya, pengurusnya, yang menyumbang tenaga, yang membersihkan, mendoakan, pokoknya semua pihak.

Ustaz kondang Das’ad Latif memaparkan itu dalam kuliah /tausiyah subuh di Tenda Masjid At Tabayyun, komplek Taman Villa Meruya, Jakarta Barat, Minggu (6/6).

Masjid, lanjut Ustaz yang mengantongi dua gelar doktor, Agama dan Komunikasi itu, setara dengan anak saleh serta ilmu yang bermanfaat. Tiga “ sekawan” yaitu, anak saleh, ilmu bermanfaat dan masjid itulah yang bakal menjadi bekal manusia menghadap Ilahi. Menghadap Tuhan. “ Tidak ada yang lain. Harta, pangkat, jabatan, isteri cantik atau suami yang ganteng tidak akan bisa dibawa ke alam kubur menghadapi malaikat. Para pengurus Mesjid At Tabayyun lengkap menyambut dan mengikuti tausiyah subuh itu. Tak ketinggalan sesi foto – foto jemaah dengan Ustaz yang terkenal dengan ungkapan khas Bugis Makassar, kampung halamannya.

Suling

Tausiyah Ustaz Das’ad di Tenda Masjid At Tabayyun adalah bagian dari program “ Suling” atau Subuh Keliling yang dicanangkan sejak tiga tahun lalu. Program itu sempat terhenti karena pandemi, tapi beberapa bulan terakhir kembali dihidupkan. Suling di Tenda At Tabayyun, adalah yang pertama di luar Makassar. “ Tausiyah subuh bagus sekali. Dai nya masih fresh, jamaahnya pun juga. Masih segar otak dan badan kita untuk menerima ilmu, “ terang Ustaz Das’ad yang baru tiba di Jakarta semalam dari Semarang dan Solo.
Di akhir tausiyahnya, Ustaz Das’ad mewanti-wanti pengurus masjid untuk menjaga dan merawat rumah ibadah At Tabayyun. Itulah rumah masa depan, katanya.

Kepada panitia ia subuh itu menyampaikan sumbangan Rp. 10 juta untuk pembangunan masjid. “ Jangan lupa kontak saya nanti kalau ada kekurangan-kekurangan yang dibutuhkan panitia. Insya Allah,” ucapnya.

Kunjungan Ustaz Das’ad Latif ditutup dengan acara ramah tamah sambil menikmati sarapan Lontong Sayur Betawi di Kebonnya Oma, di komplek TVM. (sal/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA