Rabu, 23 Juni 2021

Belasan Korban Arisan Gruduk Kantor DPD Gerindra DIY

Mahendra Handoko kuasa hukum korban arisan dan Guntur Yudianto, Sekretaris DPD Gerindra DIY serta ibu-ibu korban arisan saat mendatangi Kantor DPD Gerindra DIY, Jalan Nitikan Baru 17 Yogyakarta. (Foto : Smol.id/Rangga Permanaa)

SMOL.ID – YOGYAKARTA – Belasan orang korban arisan Hoki, gruduk kantor DPD Gerindra, Jalan Nitikan Baru 17 Yogyakarta, Jumat (11/6). Mereka mendatangi kantor tersebut, karena D suami dari G istri penyelenggara arisan merupakan anggota dewan dari partai tersebut.

Kedatangan mereka menuntut keadilan atas kasus arisan yang diikuti. Kerugian yang disebabkan oleh pemilik arisan diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kedatangan rombongan ibu-ibu itu sendiri lantaran pemilik arisan merupakan istri anggota DPRD Bantul, D.

Ibu-ibu korban arisan Hoki datang bersama kuasa hukum mereka Mahendra Handoko SH, diterima dengan ramah oleh Guntur Yudianto, Sekretaris Satu DPD Gerindra DIY dan Darwin, Sekretaris Partai Gerindra, Kabupaten Bantul. Pertemuan berjalan lancar penuh rasa kekeluargaan.

Marhendra Handoko, mengatakan, kedatangan ibu-ibu ke kantor DPD Gerindra DIY tersebut untuk memenuhi komitmennya dalam menempuh jalur kekeluargaan, sehingga rombongan korban mendatangi lokasi tempat suami G pemilik arisan terdaftar sebagai anggota Partai Gerindra.

Hendra mengatakan, pihaknya akan mencoba menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara kekeluargaan. Selain itu, Hendra juga berharap dengan kedatangannya ke DPD Gerindra, pihak yang hendak ditemui bisa segera bertemu dengan D selaku suami pelaku, maupun dengan tergugat G sendiri.

“Kami sudah menyampaikan surat kepada partai, agar kemudian bisa dilakukan mediasi,” kata Hendra saat ditemui di halaman kantor DPD Gerindra DIY, Jumat (11/6). ”Yang jelas kami akan mencoba membantu menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” imbuhnya.

Mediasi sendiri diharapkan, bisa menjadi upaya agar permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Hendra menjelaskan, jika pihaknya masih ingin menjaga nama baik D selaku anggota dewan sekaligus anggota partai yang diketuai Prabowo Subianto tersebut.

Selanjutnya Hendra menyampaikan, jika kedatangannya bersama dengan klien bukan untuk membuat keramaian. Melainkan agar bisa dijembatani bertemu dengan pemilik arisan. Kemudian uang yang menjadi hak korban bisa segera didapatkan kembali.

Salah satu korban yang sekaligus menjadi juru bicara korban, Maria Yosefa Ayu sampai berderai air mata menceritakan kondisi rekan-rekannya. Anggota arisan Hoki terdiri dari berbagai profesi, mulai dari pedagang sayur, buruh lepas hingga pengusaha.

Salah satu anggota yang berprofesi sebagai buruh lepas sangat berharap uang arisan bisa segera kembali. Supaya bisa bayar kontrakan yang lebih baik dan layak. Karena uang kontrakan itu, sudah habis untuk menutup arisan.

“Kami sebagai istri niatnya ingin membantu suami. Dalam siatuasi seperti ini, berusaha agar dapur tetap ngebul. Mencoba menabung lewat arisan ini,” kata Maria dengan suara bergetar sambil mengusap air mata yang menetes dari sudut matanya.

Ibu dua orang putri yang akrab disapa Mya tersebut mengatakan, jika awalnya antar anggota tidak saling mengenal. Dari 50 anggota yang ada, setidaknya ada 17 orang yang akhirnya membawa perkara itu ke jalur hukum. Dari kejadian ini, antar anggota justru terjalin hubungan yang kuat.

Sekretaris Satu DPD Gerindra DIY, Guntur Yudianto menerima dengan baik mediasi yang dilakukan korban dan kuasa hukum. Menurutnya, kedatangan rombongan tersebut dengan niat baik, agar diselesaikan dengan baik-baik. Guntur mengatakan, pihaknya akan mencoba memediasi pihak bersangkutan.

“Harapan kami di sidang mediasi kedua di PN Bantul nanti, beliau bisa hadir terus kemudian proses mediasi dapat berlangsung dengan lancar,” katanya. ”Yang jelas kami akan mencoba membantu untuk menyelesaikan masalah ini,” tambah dia.

Sementara D (tergugat dua) ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, bahwa perbuatan istrinya dengan dia tidak ada kaitannya. Meski demikian, pihaknya akan mencoba datang pada mediasi Kamis (22/6) mendatang.

Sebenarnya kasus arisan ini, justru pihaknya yang ketipu karena delapan orang peserta lari tidak mau setor (bayar), sehingga istrinya yang terkena imbasnya. Ia berharap semua ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Semoga pada mediasi nanti bisa berjalan lancar sesuai yang diinginkan bersama. (Rangga Permana/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA